Jadi Tersangka, Hary Tanoe Dicegah ke Luar Negeri

Jakarta, Hukum NKRIKU.com – Hary Tanoe, CEO MNC Group dicegah untuk bepergian ke luar negeri sesudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Bareskrim Polri.

Hary menjadi tersangka atas dugaan pengancaman lewat media elektronik terhadap Yulianto sebagai Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus.

“Sudah ada permintaan mengenai pencegahan berangkat ke luar negeri untuk kasus yang ditangani oleh Bareskrim Polri,” ujar Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Agung Sampurno kepada media kompas.com, Jumat (23/6/2017) malam.

“Pencegahan tersebut dilakukan untuk 20 hari ke depan per tanggal 22 Juni 2017,” kata Agung.

Hary juga yang menjadi Ketua Umum DPP Partai Perindo itu telah dikenakan pasal 29 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Informasi Transaksi Elektronik (ITE) tentang ancaman lewat media elektronik.

Dia dilaporkan oleh Yulianto pada awal tahun 2016 yang lalu. Pada kasus ini, Yulianto telah menerima sebanyak 3 kali pesan singkat dari Hary Tanoe pada tanggal 5, 7 dan 9 Januari 2017.

Isinya yakni, “Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa benar. Siapa profesional dan siapa preman. Anda mesti ingat, kekuasaan itu tak akan langgeng. Saya masuk dalam dunia Politik antara lain, salah satu penyebabnya ingin memberantas para oknum penegak hukum yang semena-mena, yang melakukan transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya disini, saya pasti jadi pimpinan di negeri ini maka di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.

Namun, diminta dari keterangan pihak Hary, membantah mengancam Yulianto.

“SMS ini saya kirimkan sedemikian rupa untuk menegaskan saya ke politik untuk dapat membuat Indonesia lebih baik, tak ada maksud untuk mengancam” ujar Hary Tanoe.

Sumber: kompas

bergabung di nkriku.com bergabung di nkriku.com