Mahasiswa UNM Menggelar Aksi ‘Tolak KKN Berbayar’

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (BEM UNM) bersama 9 Lembaga Kemahasiswaan se-UNM melakukan aksi penolakan KKN berbayar di depan menara Pinisi UNM, Jl. AP. Pettarani, Senin 05/02/2018.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai lembaga kemahasiswaan fakultas dengan pakaian hitam dan juga almamater.

Aksi ini cukup menarik karena adanya aksi simbolik yaitu dengan mencuci Almamater, dengan artian bahwa hari ini birokrasi kampus telah banyak mengeluarkan kebijakan yang dianggap mencederai orientasi dari pendidikan sehingga dianggap perlu untuk dibersihkan karena sudah kotor.

“Aksi ini merupakan aksi simbolik sebagai bentuk protes kami terhadap birokrasi yang sudah bertindak semena-mena dan menjadikan kampus sebagai tempat komersialisasi serta melenceng dari orientasi pendidikan dan UU Sisdiknas, jadi kami menganggap kampus UNM telah kotor dan layak untuk disucikan kembali, makanya kami mencuci almamater”, kata salah satu peserta aksi, Ashar Iskandar kepada tim NKRIku.com

Lebih lanjut mahasiswa yang juga selaku Menteri Riset dan Pengembangan Organisasi BEM UNM mengatakan bahwa pembayaran KKN ini telah melanggar asas ketunggalan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dimana sistemnya satu kali bayar, jadi kalau ada lagi pembayaran lain artinya tidak tunggal lagi.

Melalui surat keputusan Rektor No:590/UN36/KU/2018 tentang biaya KKN bagi mahasiswa, mahasiswa di wajibkan membayar biaya KKN baik KKN Reguler maupun Terpadu, padahal tafsiran dari aturan yang dikeluarkan oleh Menristekdikti, Moh. Nasir menjelaskan bahwa biaya yang dibayarkan adalah biaya hidup selama di lokasi KKN seperti yang dilansir Detik.com, akan tetapi di UNM tidak.

Biaya yang dibayarkan mahasiswa adalah untuk kepentingan transportasi dan jas almamater serta gaji kepada guru, “itukan bukan biaya hidup melainkan biaya operasional mata kuliah KKN yang secara tidak langsung sudah masuk dalam komponen UKT”, tambahnya.

Terakhir, para peserta aksi menegaskan bahwa jika tuntutannya tidak segera diindahkan maka aksi lanjutan akan segera dilaksanakan dengan jumlah massa yang lebih besar pada haru rabu 07/02/2018.

[FJR]

bergabung di nkriku.com bergabung di nkriku.com