Misteri Hilangnya Emas 70 gram di Sidrap

Ante

Sidrap, Nkriku.com – Pencurian uang dan emas Seberat 70 gram di Desa Tanete, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) masih simpang siur.

Pasalnya sampai hari ini, Selasa (17/4/2018) kasus tersebut masih menjadi pembicaraan warga setempat. Menurut warga, kejadian ini bukan kali pertama, bahkan sudah sering terjadi.

Masyarakat berasumsi bahwa, kasus ini ada sangkut pautnya dengan makhluk astral. Korban Hj. Sarfah, Waddawi, dan Salmiah (satu keluarga), beberapa kali melakukan mediasi dengan menghadirkan praktisi supranatural untuk mengkaji informasi.

“Sebagai upaya mengobati kegalauan dan keresahan, beberapa kali dilakukan mediasi dengan melibatkan beberapa praktisi supranatural untuk mengungkap sebuah misteri di balik kejadian itu. Harapannya agar Jin/Tuyul tersebut dapat menceritakan histori, sebab dan akibat mengambil harta saya “warangparang”, lebih dari itu agar si Jin/Tuyul tersebut ketangkap dan mau bertaubat,” sahut Hj. Sarfah dengan bahasa Bugis.

Dari hasil mediasi tersebut menghasilkan dua versi, versi pertama praktisi dari Sengkang melakukan mediasi. Hasilnya, mediator menunjuk salah satu rumah warga yang diduga memelihara tuyul dan menunjukkan jalur yang ia lalui ketika hendak mengambil barang suruhan majikan.

Versi kedua praktisi dari Parepare sebanyak 17 orang, melakukan mediasi dan mengatakan bahwa ini tidak bisa dihentikan sebelum orang yang menjalankannya meninggal dunia.

Tetapi seketika persoalan ini berubah lantaran HL (52) salah satu tokoh masyarakat setempat diduga melakukan penuduhan terhadap Ante (50) salah satu warga yang bermukim di sekitaran rumah korban.

Pihak keluarga Ante keberatan lantaran tidak ada bukti konkret yang menjadi alasan utama ia dituduh mengambil barang tersebut.

“Tidak ada buktinya Nak, langsung na tuduh saja jeka bilang saya ambil itu uang sama perhiasan 70 gram,” ungkap Ante dengan bahasa Bugis.

Beberapa kali dilakukan musyawarah agar persolan ini diselesaikan secara kekeluargaan, akan tetapi masih jauh dari harapan.

Karena merasa bahwa ia (Ante) merasa difitnah oleh H.L, maka pihak keluarga Ante mengambil jalur hukum dengan harapan bahwa kasus ini bisa diselesaikan secepatnya oleh pihak yang berwajib.

“Sudah mi saya masukkan laporannya nak, di Polsek maritenggae, dan katanya akan di proses secepatnya,” ujar Keluarga Ante yang tak mau disebut namanya.

(MS020)

bergabung di nkriku.com bergabung di nkriku.com