oleh

FPPJ: Kades Teluk Kampe Diduga Korupsi Pembangunan Jalan Setapak, Trotoar dan Pungli di Panggil DPRD Selayar

Selayar, nkriku.com – Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar mengadakan rapat dengar pendapat dengan Forum Pemersatu Pulau Jampea (FPPJ) dalam menindak lanjuti laporan dugaan Tindak Pidana Korupsi Kepala Desa (Kades) Teluk Kampe Kecamatan Pasimasunggu Kepulauan Selayar di Ruang rapat Komisi I DPRD, Rabu (3/9/2018).

Rapat dengar pendapat tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD, Adi Ansar, S Hut, MM Pub dan diikuti beberapa anggota Komisi I lainnya seperti H. A. Idris (PAN) Ardi bersama Hj. Norma Syahrir (Golkar) dan Hj. Eny Zainuddin (PKS) yang menghadirkan mantan Kepala Desa Teluk Kampe, Abd Wahab.

Selain itu hadir pula dari unsur pemerintah Kabupaten diantaranya, Asisten Tata Praja Sekretariat Daerah (Setda), Kepala Inspektorat, H. AR. Krg Magassing, SH, MH, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Kelurahan (Kadis PMPDK), diwakili, Kepala Seksi Keuangan dan Aset Desa, Andi Azi, Camat Pasimasunggu,. Siregar.serta dua orang dari Inspektorat.

Ketua Komisi I, Adi Ansar dalam rapat tersebut mengatakan bahwa adanya aspirasi dari FPPJ, yang masuk beberapa waktu lalu dan diminta untuk ditindak lanjuti. Olehnya itu, Ketua Komisi I Adi Ansar, minta kepada Kades agar hadir dalam kegiatan iersebut.

Aspirasi yang masuk dari FPPJ ada beberapa poin terkait dugaan korupsi diantaranya, pembangunan jalan setapak, trotoar, dugaan Pungli, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Desa Teluk Kampe, tidak difungsikan serta pembangunan kantor BPD.

Hal ini Ketua Komisi minta penjelasan dari Kepala Desa.

Sementara Asisten Tata Praja, Drs. Suardi yang diberi kesempatan berbicara mengatakan bahwa sesuai laporan tentang pembangunan kantor BPD, diketahui bahwa pembiayaannya melalui dua tahun anggaran sebesar Rp. 148.151 juta lebih

Kades Abd Wahab, dalam kesempatan yang sama menjelasakannya didepan anggota Komisi I DPRD, bahwa setiap kegiatan PPK selalu difungsikan, serta jalan setapak tahun anggaran 2017, memang ada kekurangan dan dinilai dalam kondisi jalan seperti trotoar, akan tetapi kekurangan tersebut sudah teratasi, kata mantan Kades, Abd Wahab.

Sementara itu Kepala Inspektorat Kabupaten, H. AR. Krg. Magassing, SH, MH sampaikan bahwa jumlah temuan di Desa Teluk Kampe hampir 200 juta dan sudah dikembalikan.

Dikatakan pula bahwa “kapan tidak dikembalikan Inspektorat akan suruh penjarakan” Selain jumlah temuan Beberapa Kades sejak tahun anggaran 2012 sampai sekitar 12 miliyar lebih, akan tetapi hingga saat ini, sudah terdapat pengembalian.

Lain lagi dengan anggota Komisi I, dari Partai PAN, H A. Idris bahwa temuan bukan hanya terjadi sama Kades Teluk Kampe saja yang dipanggil, seperti Desa Labuang Panjang namun sudah clear.

Tentang pemanggilan Kades Teluk Kampe, kita tidak perlu resahkan soalnya tahun ini kan tahun politik, tanpa disambung apa maksudnya.

Hanya saja diakui kalau memang hanya satu Desa saja misalnya hanya 100 juta temuannya, akan tetapi kalau dibungkus satu Kabupaten kan jadi perhatian masyarakat, terutama Media.

Camat Pasimarannu, Siregar selaku PLT Kades Teluk Kampe, secara singkat menyampaikan bahwa hingga saat ini yang belum diselesaikan pelaksanaannya, adalah penyertaan modal ke Bumdes. (Bun)

Mj

Baca Juga: