oleh

Andi Chaidir Punya Program Syariah di Kabupaten Maros

Maros,NKRIku– Tahapan kampanye dan sosialisasi yang telah dimulai sejak 23 september 2018 lalu, kini memberikan kesempatan kepada para calon anggota legislatif (Caleg) diseluruh Indonesia untuk melakukan kampanye dimasing-masing Dapil.

Lain halnya dengan salah satu Caleg muda PAN asal Kabupaten Maros ini, Karca sapaan akrab Chaidir yang maju di Dapil 4 meliputi Kecamatan Tanralili, Tompobulu, dan Moncongloe ini, nampaknya lebih berbeda dengan kampanye yang dilakukan Caleg biasanya. Pasalnya, Chaidir melakukan metodologi kampanye berbasis syariah, Minggu (07/10).

Seperti pada umunya, kampanye merupakan aktifitas Caleg yang melakukan sosialisasi dan interaksi langsung kepada pemilih di Daerah pemilihannya, untuk menarik simpati pemilihnya. Namun berbeda dari Chaidir Caleg nomor urut 3 ini karena metodologi yang digunakan berbasis syariah.

“Iya betul, kampanye dan sosialisasi saya kedepannya akan menerapkan nilai-nilai syariah. Kenapa seperti itu, karena saya sadar bahwa dengan melakukan kampanye syariah tentu nilai-nilai islam akan melekat dalam setiap gerakan kita. Jika nila-nilai islam sudah terinternalisasi kedalam gerak kita, asas kebaikan, kejujuran, integritas, dan kebermanfaatan, tentu akan bersemayam di dalamnya.”

Menurut Chaidir memontum pileg, bukan hanya soal modal dan mental yang perlu dipersiapkan tapi harus ada pembelajaran yang baik di dalamnya guna mewujudkan demokrasi yang sehat. Chaidir berharap dengan metode syariah yang dilakukan, perilaku pemilih dan Caleg yang cenderung transaksional dan pragmatis bisa dihilangkan. Memasuki tahapan awal kampanye, Chaidir akan membagikan selebaran yang di dalamnya berisikan do’a-do’a amalan untuk para pemilih agar tidak salah memiliki Wakil rakyatnya.

Selain itu, kedepan Andi Chaidir juga akan menyalurkan kartu ATM (Alat Tukar Menukar) syariah kepada para pemilih yang siap memilih Chaidir untuk digunakan sebagai alat tukar jika ia terpilih nantinya, hal tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menikmati 50% persen pendapatannya selama menjadi Anggota DPRD dan akan diinvestasikan ke dalam kartu ATM tersebut. “Hal tersebut juga bertujuan untuk meminimalisir money politic yang ada pada setiap momentum Pemilu,” tutupnya. (**)

Baca Juga: