oleh

Komisi I DPRD Selayar, Tahapan Pilkades Minta Ditinjau Ulang

Selayar, nkriku.com – Peserta bakal calon Kepala Desa Kabupaten Kepulauan Selayar, dinyatakan gugur dalam seleksi tertulis dan wawancara dengan capaian bobot minimal nilai poin 75.

Menyikapi proses rekrutmen tersebut yang diselenggarakan oleh Panitia seleksi calon Kepala Desa, Komisi I DPRD mengundang Panitia seleksi Kabupaten dan Aliansi Peduli Demokrasi serta bakal calon Kepala Desa yang tidak lolos dalam seleksi ujian untuk dengar pendapat diruang Komisi I DPRD Kepulauan Selayar, Selasa 09/10/18.

Rapat dengar pendapat tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD, Adi Ansar, S Pt, MM, Pub dengan mengagendakan terkait digugurkannya 11 Calon Kepala Desa (Kades) diantaranya Desa Botonjati setelah melalui tahapan pemilihan Kades, yang berlangsung diruang pola kantor Bupati Senin kemarin, (8/10/2018) setelah melalui tahapan seleksi Tes Calon Kades.

Hadir dalam rapat dengar pendapat tersebut, diantaranya Asisten Tata Praja, Drs Suardi, Kepala Inspektorat Kabupaten, H. AR Krg Maasing, SH, MH, Kadis Pendek Andi Irsan, S STp, Kabid Pemdes Iwan Baso, S STp, Kabag Hukum Setda, Mimi Julianti,.

Selain itu hadir pula beberapa Ketua Fraksi DPRD sebagai peninjau diantaranya, Ketua Fraksi PKS H. Suadi, Ketua Fraksi Muh Anas Kasman, serta anggota Komisi I diantaranya, Hj. Norma Syahrir, Hj. Eny Zainuddin dan beberapa undangan lainnya.

Ketua Komisi I DPRD Adi Ansar, S HUT, MM Pub dalam rapat dengar pendapat tersebut diutarakan bahwa sesuai Peraturan Bupati nomor 31Tahun 2018 yang diatur Permendagri dan Perda karena bertentangan tentang mekanisme Pemilihan Kades.

Terkait hal tersebut Panitia Pemilihan Kades Tingkat Kabupaten yakni Pemdes, menggugurkan Calon Kades Incumbent Bontojati, Abd Hamid setelah melalui tahapan tes dan wawancara.

Calon Kades, Desa Bontojati terdiri dari 5 Calon Kades, sehingga rapat dengar pendapat tersebut melalui pimpinan rapat yakni Ketua Komisi I Adi Ansar, merekomendasikan untuk menunda tahapan Pilkades dan memasukkan kembali calon Kades Abd Hamid sebagai Calon Kades.
Menurutnya setelah Calon Kades Desa Bontojati, hanya 5 Calon berati tidak melanggar Permendagri yang ditetapkan yakni minimal 2 dan maksimal 5 Calon Kades.

Drs. Suardi mewakili Bupati Kepulauan Selayar, bahwa panitia seleksi Pendaftaran calon Kepala Desa Kabupaten Kepulauan Selayar, sudah melaksanakan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) yang merujuk pada regulasi Perda serta Permendagri dan UU tentang pemilihan Kepala Desa. Dan kalau ada yang tidak lolos itu bagian dari dinamika pemilihan, ujar Drs Suardi.

Sementara Kadis Pemdes selaku Ketua Panitia Pilkades tingkat Kabupaten, Andi Irsan S STp, menjelaskan bahwa pihaknya tidak melanggar regulasi yang ada termasuk Perbup dan akan tetap melaksanakan tahapan tes calon Kades.

“Setelah ujian, hasilnya langsung dibuka ini menandakan sebagai bentuk transparansi. Tidak ada yang disembunyikan dan mekanisme seleksi bakal calon Kepala Desa itu berdasarkan perbup yang mengacu ke Perda dan peraturan lainnya. Dan menyangkut tentang seleksi pemilihan Kepala Desa adalah kewenangan Pemerintah Daerah yang diatur oleh Perbup tentu berdasarkan Undang – Undang,” ujar Andi Irsan.

Tentang rekomendasi penundaan tahapan Pilkades akan dilihat perkembangannya dan akan dikonsultasikan dengan Bupati. (***)

Mj

Baca Juga: