oleh

Letakkan Batu Pertama PKS PT.Kasmar Matano Persada, Bupati Lutra Harap Perekonomian Meningkat

LUWU UTARA, nkriku.com — Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Kasmar Matano Persada(KMP) di Desa Radda’ Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Senin, 8/10/2018.

Peresmian pembangunan Pabrik Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah yang dibangun diatas lahan seluas kurang lebih 5 ha ditengah perkebunan kelapa sawit ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Luwu Luwu Utara.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengucapkan terima kasih kepada pemilik dan unsur manajemen PT. Kasmar Matano Persada(KMP) atas inisiasi membangun pabrik CPO didaerah ini, mudah-mudahan dengan adanya fasilitas ini, investasi perkebunan kepala sawit di wilayah ini kian maju dan berkembang.

Momentum peletakan batu pertama pabrik Kelapa sawit ini dinilai penting oleh Bupati, karena menyangkut salah satu visi Pemerintah yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Dengan hadirnya pabrik pengolahan kelapa sawit yang baru diresmikan, nantinya dapat dimanfaatkan bukan saja mendapatkan nilai tambah perekonomian Masyarakat dan untuk kemakmuran masyarakat, juga berdampak positif bagi perkembangan daerah,” harap Indah Putri Indriani.

Dihadapan para investor yang hadir pada acara peresmian tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa peluang investasi di Kabupaten Luwu Utara masih sangat besar ditengah melimpahnya Sumber Daya Alam, alasan inilah yang menjadi acuan Bupati mengajak para pengusaha dan investor untuk berinvestasi di Kabupaten Luwu Utara.

Menurut Indah, Kabupaten Luwu Utara merupakan pilihan yang strategis untuk berinvestasi karena beragam potensi ada di Kabupaten Luwu Utara.. “Saya mengajak kepada seluruh para pelaku usaha, juga para investor baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri untuk sedianya berinvestasi di Kabupaten Luwu Utara,” ajaknya.

Sementara Direktur Utama PT. Kasmar Matano Persada(KMP), Harun Subair Muhani mengatakan bahwa, demi kelancaran pembangunan tersebut, ia berharap dukungan dari semua pihak, baik dari Pemerintah Daerah setempat maupun masyarakat.

“Kami mohon doa restu semua pihak agar pembangunan pabrik berjalan lancar, pembangunan pabrik menurut yang direncanakan akan memerlukan waktu kurang lebih setahun ditarget rampung akhir 2019, jika PKS ini sudah berjalan diperkirakan nantinya dapat memproduksi 30 – 50 ton per jam, termasuk Pabrik ini nantinya mengakomodir hasil produksi plasma milik masyarakat yang selama ini kesulitan dalam memasarkan Tandan Buah Segar (TBS) nya,” jelas Harun Subair Muhani.

Harun juga menyampaikan bahwa pabrik pengolahan kelapa sawit ini juga berkomitmen untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal. Pabrik CPO ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sekitar 150 orang.

“Pabrik CPO ini akan mengakomodir masyarakat terkait tenaga kerja, untuk mengurangi pengangguran diwilayah sekitar pabrik dan estimasi investasi 170 M dan 70% ditanggung BNI, serya ucapan apresiasi kepada Pemda terkhusus DPMPTSP dibawah kendali Ahmad Jani, ” ujar Harun.

Hadir dan turut melanjutkan peletakan batu pada acara peresmian, Sekretaris Daerah, Abdul Mahfud, Direktur PT Kasmar Matano Persada Harun Subair Muhani, Pimpinan Bank BNI dan para Kepala Dinas Kabupaten Luwu Utara, dan masyarakat sekitar lokasi Pabrik nantinya.

(**)

Baca Juga: