oleh

Korkom Unibos Menantang Kejati Tangkap Jen Tang 1×7 Hari

Makassar,NKRIku– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kordinator Komisariat (Korkom) Universitas Bosowa (Unibos), melakukan konfersi pers, yang terus menyikapi perkara daftar pencarian orang (DPO) Soedirjo Aliman alias Jen Tang, yang tak kunjung berhasil ditangkap oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, di warkop 115 Todilopuli, Jumat 2/11.

Dalam menyikapi hal tersebut, HMI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kasi E bidang Intelijen Kejati Sulsel, Riswan Somba tentang Kasus Penyewaan Tanah yang menyeret nama Jen Tang sebagai tersangka.

Kejati serta HMI yang saat pertemuan di Kantor Kejati, di Jalan Urip Sumoharjo, mengatakan dari hasil diskusi pengurus Korkom HMI Unibis bersama pihak Kejati Sulsel, memberikan masukan untuk pihak Kejati membuka posko pengaduan masyarakat terkait jejak dari Jen Tang. ” Karena Jen Tang ini disinyalir kabur ke luar negeri, dan teman-teman memberikan tenggang waktu selambat lambatnya 1×7 hari untuk menyediakan posko pengaduan masyarakat, terkhusus untuk kasus yang dialami Jen Tang,” salut Wira selaku Ketua PTKP Korkom Unibos.

Kemudian aksi ini akan berlanjut di Polda Sulsel, untuk mempertanyakan kepada pihak kepolisian, terkait penanganan kasus Jen Tang dan beberapa kasus yang terlibat dengan Jen Tang,” kasus sengketa lahan di kantor Polres Pelabuhan Makassar, diduga adanya gratifikasi karena awalnya Jen Tang dan pihak Polres Pelabuhan Makassar, berseteruh atas perebutan lahan dan pada akhirnya MA memutuskan bahwa Jen Tang yang menang dalam kasus perebutan lahan tersebut,” cetus Wira.

Pengurus Korkom Unibos saat melakukan aksi demostrasi di depan kantor Kejati Sulsel.

Wira pun menjelaskan indikasi kongkalikong antara pihak Polres Pelabuhan bersama Jen Tang,” lahan fasum nantinya akan difungsikan sebagai lahan parkir hotel Swis Bell dan nantinya kantor Polres pelabuhan Makassar akan di pindahkan ke belakang akan menanggung biaya pembangunan gedung tersebut,” tutup Wira.(aw)

Baca Juga: