oleh

Diminta Transparan Atas Penarikan Restribusi Sampah, Staf Lurah Usir Wartawan

Makassar,NKRIku– Tugas tanggung jawab wartawan, dari segi profesi adalah seseorang yang bekerja dengan mencari, mengumpulkan, memilih dan mengolah sebuah informasi lalu menyajikannya sebagai sebuah berita.

Melalui surat yang ditujukan kepada lurah Maccini kecamatan Makassar, dengan prihal Prihal Informasi Pelayanan Publik, terkait penarikan retribusi sampah yang di kirim pada 2 November 2018, mendapat respon negatif dari salah satu staf kelurahan, Rabu 21/11/2018.

Saat wartawan ingin meminta balasan surat, ternyata surat tersebut belum sempat terstempel, sehingga surat tersebut tidak di balas oleh instansi terkait. Saat wartawan (AW) mempertanyakan mengapa surat tersebut tidak dibalas salah satu staf kelurahan Maccini yang diketahui bernama Suardi mengaku surat tersebut tidak sah,” kami tidak membalas surat waratawan karena, surat itu tidak memiliki stempel, dan surat itu adalah legal dan saya akan melaporkan hal ini kepada wartawan lain maupun dewan pers,” tutur Suardi saat di konfirmasi waratwan, Kamis 14/11/2018.

Kantor lurah Maccini Kecamatan Makassar, Jl Urip Sumoharjo Makassar.

Diketahui surat yang ditujukan kepada kelurahan Maccini, berdasarkan UU no 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, UU no 40 tahun 1999, dan no 39 tahun 1999 tentang HAM, yang meminta informasi terkait Pendapatan Asli Daerah yang di pungut dari masyarakat melalui restribusi sampah.

Dengan lampiran foto kopi KTP, surat pengangkatan perwakilan Sulawesi Selatan dari Media BAKI news. Tetapi surat yang di tujukan kepada lurah belum sempat di stempel, sehingga staf kelurahan menggap surat itu legal dan tidak resmi.

Sesuai dengan UU KIP masyarakat bisa meminta informasi dengan melampirkan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), pemohon di dalam surat dan dapat meminta data secara lisan maupun tulisan.

Saat diminta kejelasan kepada lurah Maccini, terkait surat itu tidak di balas, malah Suardi mengusir wartawan yang berada di kantor lurah dan ingin memukul wartawan,” kamu wartawan pergi dari sini, tidak usah datang ke sini,” teriak Suardi dengan emosi sambari ingin memukul wartawan.

Hal ini pun membuat suasana kantor lurah ramai di keremuni staf keluarah. Sementara itu lurah Maccini Andi Elias yang berada di lokasi hanya diam.

Sehari setelah kejadian A Elias yang di mintai informasi atas insiden itu, tidak berada di kantornya, dan saat di konfirmasi melalui Whats App maupun telfon Andi Elias enggan memberikan penjelasan kepada wartawan terkait pengusiran wartawan yang berada di kantornya.

Hingga berita ini di muat lurah Maccini belum memberikan tanggapan terkait pelanggaran UU pers tersebut.(Aw)

Baca Juga: