oleh

Kejati Lamban Tangani Dugaan Suap 49 M, PPM Sul-sel Kembali Unjuk Rasa

Makassar, nkriku.com – Puluhan mahasiswa dari Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM sulsel) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Jl. Urip sumiharjo, Makassar (Sulsel).

Aksi unjuk rasa yang ke 7 (Tujuh) kalinya dari Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa terkait kasus dugaan suap 49 Milliar dana DAK Kabupaten Bulukumba yang diduga kuat menyeret orang nomor satu di kabupaten Bulukumba itu sendiri, berdasarkan surat Rekomendasi yang diberikan kepada oknum ASN untuk melakukan pengurusan di pusat hingga sekarang belum mendapat titik terang.

Kejati Lamban Tangani Suap 49 M, PPM Sul-sel Kembali Unjuk Rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel, Jl Urip Sumaharjo, Makassar Rabu 21/11/18.

Aksi yang dipimpin Ahmad Yani selaku Jendral Lapangan menegaskan agar kejaksaan tinggi segera mengambil langkah tegas, dan terbuka dalam mengusut kasus 49M yang cenderung lambat.

“Kami sudah lama mengawal kasus ini, kami yang melapor sebelumnya secara resmi tidak pernah mendapat info sejauh mana penanganan ini, segera tuntaskan Kasus tersebut tanpa pandang Bulu” tegasnya saat melakukan orasi, Rabu (21/11/18).

Lanjut Miftahul khairiyah zam-zam “saya selaku putra daerah Bulukumba juga merupakan anak petani sangat mengharapkan proyek yang diperuntukan untuk irigasi pertanian berjalan sebagai semestinya, karena pasti akan berdampak pada kualitas proyek tersebut kalo memang ada pemufakatan jahat untuk melakukan suap dalam proyek tersebut” teriak mifta yang juga Srikandi PPM sulsel dalam orasinya.

Setelah kurang lebih satu jam melakukan Orasi, salah satu staf Kejaksaan Tinggi Sulsel, Salahuddin menegaskan bahwa kasus tersebut sudah ditingkatkan menjadi tahap penyelidikan.

“Kasus tersebut sudah tahap penyelidikan, sudah dipanggil berapa orang yang diduga kuat terlibat, kami sudah mengumpulkan beberapa dokumen dan uang pecahan dollar sementara kami akan cari tau dari mana asalnya” terangnya di hadapan massa aksi.

Dalam pantauan nkriku.com, massa aksi melakukan teatrikal dengan mengenakan pakaian daster sebagai gambaran pihak Kejaksaan tidak bernyali dan berlaku tegas dalam mengusut dugaan kasus korupsi tersebut.

Orasi didepan Kantor Kejaksaan dilakukan secara bergantian dan melakukan pembakaran ban dan keranda Mayat sebagai wujud kecaman. (IL)

Muh Jufri

Baca Juga: