oleh

Wow Jeruk Minum Jeruk! Oknum Hakim Ajak Istri Rekannya Mandi Bareng

Bali, nkriku.com – Perasaan siapa yang tak hancur ketika mengetahui istrinya sedang selingkuh dengan orang lain. Namun, yang terjadi di Pengadilan Negeri di Bali, teman tak bisa menjaga teman, justru sebaliknya, teman makan teman. Bahkan terang-terangan mengajak mandi bareng istri temannya.

Peristiwa heboh menggemparkan lembaga yudikatif ini. Seorang hakim di salah satu pengadilan negeri Provinsi Bali berinisial D, terjerat kasus asusila. Hakim tersebut dilaporkan ke Mahkamah Agung gara-gara terlibat percakapan mesum dengan pegawai pengadilan berinisial C yang merupakan istri hakim berinisial P.

“Terlapor (D) dengan berbuat yang tidak sepantasnya terhadap istri dan kehidupan saya sebagai suaminya dengan cara merusak, membuat kotor, menghancurkan rumah tangga, dan masa depan yang sudah saya bina selama ini, karena dengan keadaan ini saya menjadi merasa resah, sedih, terganggu dalam kehidupan sehari-hari, serta menganggu konsentrasi dalam bekerja dan selanjutnya saya juga ingin segera mendapatkan keadilan,” papar hakim P.

Kegundahan hakim P dituangkan dalam surat tersebut atas perbuatan amoral hakim D yang nekat menggoda istrinya C. Hakim P mengaku tidak lagi konsen kerja karena rumah tangganya di ambang bencana. Perselingkuhan Hakim D dan pegawai berinisial C diduga sudah dimulai sejak awal 2017. Kisah cinta terlarang itu semakin memanas tatkala hakim P suami C dipindahtugaskan ke luar Provinsi Bali.

“Yang bersangkutan dalam hal ini terlapor telah nyata-nyata dan semakin tidak terkontrol dan tidak mengenal rasa takut atas segala yang dilakukannya yaitu dengan sengaja dan tidak ada ditutup-tutupi melakukan hubungan maupun menganggu kehidupan istri saya hingga saat ini,” kata hakim P dalam sepucuk surat ke Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA) yang beredar dan dikutip detikcom, Rabu, 5 Desember 2018.

Dalam surat itu, ia menyertakan sejumlah bukti. Salah satu buktinya yaitu perselingkuhan adalah chat antara hakim D dan C. Dalam percakapan via pesan singkat ponsel yang beredar, Hakim D dan pegawai C saling menyapa dengan sebutan papa – mama.

“Papa mau mandi? Mama siapin handuknya ya sayang,” tulis C kepada Hakim D. Selanjutnya, Hakim D menjawab, “Papa maunya mandi sama mama.”

Tak hanya itu, dalam pesan berbeda, perempuan pegawai C mengirim pesan, “Papa duduk dulu di ruang tamu. Mama beresin kamar kita dulu ya Sayang,” kata C.

Lain waktu, Hakim D juga mengirim pesan, “Papa suka aroma badan mama sayang. Keringat mama sayang. Mmmuuahh,” ujar hakim D.

Pegawai C membalas singkat, “Muachh.”

Pada waktu lain, ada pula chat Hakim D kepada pegawai C bertuliskan, “Mama udah pernah bercinta di kamar mandi?” yang mendapat jawaban dari C, “Mama pengin bercinta di kamar mandi sama papa. Muachhhh.”

Hakim D tidak bisa ditemui di kantornya saat hendak dikonfirmasi. Humas pengadilan tempat ia bertugas juga mengakui belum bisa memberikan keterangan.

Sementara Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah hanya mengatakan, baru akan memeriksa laporan kasus itu. “Nanti dicek,” tukas Abdullah.

KY juga turun tangan dalam menangani kasus ini. Menurut KY, saat ini ada tim yang bertugas menginvestigasi kasus tersebut.

Selain proses investigasi yang berjalan, desakan untuk segera memberi sanksi kepada hakim itu datang dari Komisi III DPR. Menurut anggota Komisi III, Teuku Taufiqulhadi, hakim itu harus diberhentikan jika terbukti melakukan kesalahan.

Informasi yang dihimpun, Hakim D ternyata adalah pria beristri. Anehnya, istrinya juga bekerja sebagai hakim di Bali.

(Roel/Mj)

Baca Juga: