AWAS! Emak-Emak Jangan Kena Tipi, 4 Ciri Air Galon Palsu dan Asli, Cek Di Rumah Sekarang

 NKRIku.com - kebanyakan masyarakat Indonesia meminum air dari air galon.

Kita bisa mendapatkan air galon ini dengan mudah di warung, mini market atau supermarket.

Harganya juga relatif murah atau pas di kantong.

Tapi, kita juga harus hati-hati saat membeli air galon ini, ya!

Karena diketahui sempat terjadi di Cilegon, Banten, polisi berhasil menangkap pengoplos air mineral kemasan palsu.

Komplotan ini bisa memproduksi kurang lebih 100 galon air palsu per hari.

Lalu, bagaimana cara mengecek atau ciri-ciri air galon asli dan palsu?

YLKI Ungkap Ciri Galon Air Palsu atau Asli


Saran dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati.

Pengurus Harian YLKI Eliyani mengatakan, pelaku bisnis galon air mineral palsu sudah tahu cara membuat galon, botol hingga segel dengan merek ternama seolah terlihat seperti baru.

"Betapa bahayanya kalau air mineral yang paling banyak dikonsumsi masyarakat mudah sekali dipalsukan. Tutupnya dijual di mana-mana dan sama persis dengan tutup yang asli, sehingga masyarakat sulit membedakan mana yang asli dan yang palsu," kata Eliyani melalui siaran pers, dikutip Senin (25/7/2022).

"Bisa dibilang keamanan air mineral dalam kemasan seperti ini jadi sangat diragukan," lanjutnya.

Untuk itu, YLKI memberikan saran cara cek keaslian galon air yang kita beli, sebagai berikut:

4 Ciri Galon Air Palsu atau Asli

  1. perhatikan fisik air, jika keruh jangan diminum

Untuk dapat mengetahui dan memastikan keamanan air kemasan yang ingin dibeli, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Yang pertama adalah perhatikan fisik air yang dibeli.

Secara fisik air mineral palsu berwarna agak keruh.

Untuk mengecek ini pun sangat mudah, kok!

Konsumen dapat mengecek dengan mengocok air terlebih dahulu.

Jika warna berubah setelah dikocok, misalnya terlihat lebih keruh, maka sebaiknya tidak perlu diminum.

  1. perhatikan bau air, yang asli tidak berbau

Yang kedua, kita bisa deteksi dari baunya.

Bau air mineral asli dan palsu juga berbeda.

Air mineral asli tidak berbau, sedangkan air mineral terkontaminasi akan menimbulkan bau tidak biasa.

  1. perhatikan rasa, air mineral lebih kesat

Kemudian, air mineral palsu rasanya lebih kesat.

Di langit-langit mulut juga akan terasa ada seperti debu-debu yang menempel.

  1. perhatikan tanggal kedaluwarsa dan cek tutup

Konsumen perlu lebih teliti untuk mengecek tanggal kedaluwarsa dan izin produksi.

Jangan terjebak dengan merek dagang besar, dan pastikan tutup tak bocor.

YLKI minta tutup galon jangan gampang dipalsu
Eliyani mengungkapkan, produsen air mineral juga dapat mencegah maraknya kasus pemalsuan air mineral.

Salah satu tindakan pencegahan pemalsuan air mineral yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan teknologi perlindungan kemasan.

Selain itu, produsen juga dapat menambahkan segel tutup galon atau kemasan botol yang sulit ditiru.

“Teknologi yang baik bisa melindungi kandungan air mineral tetap utuh hingga sampai ke tangan konsumen, dilengkapi dengan segel tutup galon keras yang tidak gampang dipalsukan.

Dengan demikian, selain kemasannya lebih terproteksi, juga lebih aman dari kontaminasi udara luar serta pemalsuan,” ungkap dia.

Modus pemalsu: galon ditempeli merek terkenal, pakai tutup palsu
Sebelumnya, pihak kepolisian sempat mencokok pengoplos air mineral kemasan palsu di Panggung Rawi, Cilegon, Banten.

Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro mengatakan, setiap hari para pelaku bisa memproduksi kurang lebih 100 galon palsu per hari atau dalam satu bulan bisa memproduksi 2.500 galon.

"Mereka menjual galon yang sudah ditempel merek dan tutup botol kemasan mereka dengan harga Rp 16.000 per galon, padahal modal isi ulangnya cuma Rp 5.000 sampai Rp 6.000.

Jika ditotal, komplotan pengoplos galon ini meraup keuntungan hingga mencapai Rp 28 juta per bulan.

Aktivitas pengoplosan ini sudah berlangsung selama dua tahun," tandas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Cek Galon Air yang Kita Beli Palsu atau Tidak, Menurut YLKI".

Comments


EmoticonEmoticon