oleh

5 Kartu Surat Suara Pemilu 2019 Harusnya KPU Lebih Banyak Sosialisasi Pencoblosan di TPS

Selayar, nkriku.com – pesta demokrasi sudah didepan mata akan dilaksanakan di seluruh pelosok indonesia pada tanggal 17 april 2019 mendatang, mulai dari legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) hingga pemilihan persiden.

Ada 14 partai politik yang sudah ditetapkan sebagai peserta pemilu mendatang dengan nomor urutnya.

Yang dipilih di Pemilu 2019 adalah presiden dan wakil presiden, anggota DPR-RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota, anggota DPD. Kecuali DKI Jakarta, yang hanya empat kertas suara —tanpa DPRD kota/kabupaten.

Kelima kertas suara itu juga warnanya berbeda-beda. Yakni:

Abu-abu: Kertas suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Kuning: Kertas suara untuk memilih anggota DPR RI.

Merah: Kertas suara untuk memilih anggota DPD RI.

Biru: Kertas suara untuk memilih anggota DPRD Provinsi.

Hijau: Kertas suara untuk memilih DPRD Kota / Kabupaten.

Ada lima surat suara dengan warna masing – masing dan nomor partai serta nomor urut calon partai membuat sebagian masyarakat akan ditimpa kebinguangan di dalam bilik suara, tentunya itu sebagian emak-emak. Atau Pemilih yang memiliki usia diatas seperdua abad.

Keprihatinan ini disampaikan oleh Kepala Desa Buki Kecamatan Buki Kabupaten Kepulauan Selayar Muhammad Said saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan seyogyanya KPU sebagai ujung tombak penyelenggara lebih vokus pada sosialisasi pencoblosan di Tempat Pemilihan Suara (TPS), Rabu 09/01/18.

“Selain diperkirakan akan ditimpa kebingungan merekan juga akan banyak memakan waktu di dalam bilik suara, pasalnya 5 surat suara akan dibolak balik untuk mencari calonnya mulai dari DPRD Sampai DPR RI, kemudian DPD dan Persiden yang akan dicoblosnya,” ujar Muhammad Said

Ia menambahkan bahwa hal tersebut segera diatasi dengan cara di sosialisasikan, yang perlu dihindari, apabila pemilih sedang mengalami kebingungan didalam TPS, maka mereka justru akan melakukan kesalahan, sehingga banyak surat suara batal. Tapi ini hanya analisa saya, Keputusannya ada ditangan KPU tuturnya.

Muh Jufri

Loading...

Baca Juga: