6 Fakta Terbaru dari Sidang Habib Rizieq

NKRIKU – Fakta terbaru terungkap dalam sidang kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat, Habib Rizieq dkk. 

Mulai dari proses negoisasi antara pihak Habib Rizieq menggelar acara hingga kerugian Bandara Soetta saat kedatangan Habib Rizieq terungkap dalam sidang.

Sidang pemeriksaan saksi terdakwa Habib Rizieq digelar pada Senin (12/4) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Soemarno, Jakarta Timur. Saksi-saksi yang dihadirkan ada 10 orang diantaranya Kadishub DKI Syafrin Liputo dan mantan Wali Kota Jakpus Bayu Meghantara.

Selain Syafrin dan Bayu, ada juga Senior Manager of Aviation Security Bandara Soetta Oka Setiawan, Dir Pengelolaan Logistik&Peralatan BNPB Rustian SSI, Kasat Intelkam Polres Jakpus Ferikson Tampubolon, Kapolres Jakpus Kombes Heru Novianto, Kasudin Jakpus Muhammad Soleh, Ketua RT Petamburan Jeki Mareno, ASN Kemenag Mawardi, serta Kapolsek Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Dahmirul.

Dari kesaksian mereka terungkap fakta sebagai berikut:

1. Kerugian Bandara Soetta Rp 16 Juta

Senior Manager of Aviation Security Bandara Soetta, Oka Setiawan dalam kesaksiannya mengungkapkan kerumunan pendukung Habib Rizieq di Bandara Soetta mengakibatkan Bandara Soetta merugi.

Kerugian itu dikarenakan fasilitas bandara yang rusak akibat kerumunan massa. Di antaranya kerusakan terjadi pada kursi dan taman.

“Kemarin itu kurang-lebih sekitar Rp 16 juta,” ujar Oka.

Oka juga mengatakan kerumunan di bandara itu telah terjadi sehari sebelum kedatangan Habib Rizieq.

Menurutnya, massa yang datang saat itu jumlahnya ratusan ribu. Massa yang datang juga dari berbagai daerah, tidak hanya dari Jakarta saja.

“Jumlahnya memang cukup jauh ratusan ribu. Kita lihat dari jarak terminal 3 sekitar 800 meter itu penuh penjemput,” kata Oka.

Oka mengatakan pihaknya juga telah berupaya menyampaikan kepada massa pendukung untuk mematuhi protokol kesehatan. Hal ini dilakukan dengan cara berteriak.

Ketika massa menyemut memadati terminal 3 Bandara Soetta, kata Oka, tidak ada upaya Habib Rizieq mengimbau massa untuk mematuhi protokol kesehatan. Padahal, massa di situ jumlahnya ratusan ribu dan berdesak-desakan.

“Ada kata-kata atau imbauan dari terdakwa mematuhi prokes, tidak berkumpul, ada nggak?” tanya jaksa.

“Setahu saya tidak,” tuturnya.

“Sempat mereka minta massa untuk mundur, menjauh dari area pintu keluar, nggak bisa lewat,” tambahnya.

2. Penutupan Jl KS Tubun Secara Tiba-tiba

Eks Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto, menceritakan kronologi ditutupnya Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat, saat Habib Rizieq Shihab (HRS) menggelar pernikahan putrinya. Heru mengungkapkan jalan tersebut ditutup tiba-tiba.

Heru menyebut pihak Habib Rizieq tiba-tiba memasang kursi hingga ujung jalan sehingga akses tidak bisa dilewati. Heru mengaku tidak tahu siapa yang menutup jalan itu, yang dia tahu hanya orang yang mengenakan baju putih-putih.

“Kami dapat anggota di lapangan yang menutup menggunakan baju putih-putih. Kita tidak bisa memastikan apakah itu dari ormas FPI atau tidak, tapi yang jelas mereka menggunakan baju putih-putih menutup dari ujung dekat sebelum pemakaman itu dinas pemakaman sampai di ujung di U-turn setelah rumah sakit,” papar Heru.

Menurut Heru, masyarakat terganggu dengan adanya acara itu. Sebab, akses jalan itu ditutup sehingga masyarakat harus memutar.

“Saya kira berdampak. Karena masyarakat kita yang tadinya bisa melalui akses itu, memutar lewat belakang di pinggir sungai, sehingga menyulitkan dan mengganggu aktivitas Petamburan 1, 2, 3, sampai 6,” jawab Heru.

3. Acara Sempat Diminta Dibatalkan

Lebih lanjut, Heru mengaku dia sempat bertemu dengan Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Maman Suryadi dalam sidang lanjutan Habib Rizieq. Heru mengaku kala itu meminta acara di Petamburan tersebut dibatalkan, tapi Maman tidak menyanggupi itu.

“Saya meminta kepada Ustaz Maman, kalau bisa acara tersebut dibatalkan, mengingat pada saat itu kita masih PSBB. Sedangkan Ustaz Maman sendiri merasa kesulitan, tetapi berusaha untuk meminimalisir jumlah yang datang,” ungkap Heru.

Tetapi kenyataannya, kata Heru, massa yang datang banyak. Heru memperkirakan orang yang hadir dalam acara maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Habib Rizieq sekitar 5.000-7.000 orang.

Alasan Heru tidak membubarkan acara di Petamburan itu terungkap juga dalam sidang. Heru mengaku dia ingin menghindari kerusuhan.

“Apabila saya lakukan pembubaran pada malam itu, akan terjadi kerusuhan akan sangat rawan sekali, karena situasi sudah malam,” kata Heru.(dtk)

Berita Terbaru