70 Calon Kepala Daerah Terinfeksi Corona, 6 Meninggal, Kok Cuma HRS Diuber-uber?

NKRIKU.COM – Pelaksanaan Pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19
telah menelan banyak korban.

 

Sebanyak 70 calon kepala daerah dinyatakan terinfeksi
covid-19. Beberapa di antaranya meninggal dunia.

Selain calon kepala daerah, penyelenggara Pilkada serentak
juga banyak yang terinfeksi covid-19.

 

“Prihatin, 70 orang calon kepala daerah terinfeksi Covid19,
4 orang diantaranya meninggal dunia. 100 orang penyelenggara termasuk Ketua KPU
RI terinfeksi,” kata mantan Hamdan Zoleva melalui akun Twitter pribadinya,
@hamdanzoelva, Jumat (27/11).

 

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengajak semua pihak
untuk mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak dan
menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun.

“Betapa besar pengorbanan untuk demokrasi. Perketat protokol
kesehatan. Semoga wabah ini cepat berlalu,” imbuhnya.

 

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW) membagikan twit
Hamdan Zoleva. Ia setuju dengan pendapat mantan Ketua MK itu.

 

Politisi senior PKS ini meminta agar aparat menegakkan hukum
secara tegas dan adil.

 

HNW menyoroti banyaknya kerumunan massa saat Pilkada
serentak yang melanggar protokol kesehatan.

 

“Betul. Kita sangat prihatin. Sebagai langkah solutif &
educatif, mestinya juga ditegakkan sanksi hukum yang tegas & adil terhadap
banyak sekali peristiwa kerumunan bermasalah terkait pilkada (saat
pendaftaran/kampanye). Agar nanti saat pencoblosan, tak terjadi lagi kerumunan
seperti itu,” kata HNW melalui akun Twitternya, Sabtu (28/11).

Meski terjadi pelanggaran protokol kesehatan saat pilkada
dan telah memakan korban jiwa, hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai
tersangka.

 

Aparat justru menguber-uber Habib Rizieq Shihab (HRS) yang
diduga melanggar protokol kesehatan saat melangsungkan pernikahan anaknya di
Petamburan Jakarta.

 

HRS juga dianggap melanggar protokol kesehatan saat
melakukan kegiatan di Megamendung, Kabupaten Bogor.

 

Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat tengah menyelidiki
dugaan pelanggaran tersebut.

 

Kasus tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Bahkan, Polda Metro Jaya sudah melayangkan surat panggilan kepada HRS.

 

6 Calon Kepala Daerah Meninggal

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mencatat
ada enam calon kepala daerah yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19.
Enam orang itu terdiri dari satu bakal calon, empat pejabat kepala daerah, dan
satu calon kepala daerah di Pilkada 2020.

 

“Dari data yang dikumpulkan oleh Perludem dari tahap
pencalonan sebetulnya ada satu bacalon, empat petahana kepala daerah dan satu
calon yang meninggal dunia akibat Covid,” ujar Peneliti Perludem, Nurul Amalia
Salabi dalam diskusi daring, Senin (5/10).

 

Berikut ini daftar calon kepala daerah meningga karena
Covid-19

 

Calon Bupati Halmahera Timur

Nurul Amalia menyebutkan petahana Bupati Halmahera Timur,
Maluku Utara, Muhammad Din Ma’bud, meninggal dunia setelah pingsan saat
berorasi pada 4 September, tidak lama setelah mendaftar ke KPU Halmahera Timur.
Almarhum digantikan oleh saudara iparnya yakni Ubaid Yakub sebagai calon bupati
Halmahera Timur.

Calon Bupati Karo

Nurul Amalia mengatakan mantan bupati Karo, Sumatera Utara,
Kena Ukur Karo Jambi Surbakti meninggal dunia pada 6 September. Ia digantikan
oleh anak perempuannya yaitu Yus Felesky Surbakti sebagai calon bupati Karo.

Calon Bupati Berau

Petahana bupati Berau, Kalimantan Timur, Muharram meninggal
pada 22 September setelah sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 saat melakukan
melakukan tes kesehatan sebagai syarat pencalonan pilkada. Muharram digantikan
oleh istrinya, Sri Juniarsih Mas sebagai calon bupati Berau.

Calon Bupati Majene

Petahana bupati Majene, Sulawesi Barat, Fahmi Massiara
meninggal pada 28 September, dua hari setelah massa kampanye berlangsung. Fahmi
digantikan istrinya Patmawati Fahmi sebagai calon bupati Majene.

Calon Walikota Bontang

Calon wali kota Bontang, Kalimantan Timur, Adi Darma
meninggal saat sedang menjalani perawatan Covid-19 dan meninggal pada 1
Oktober. Ia digantikan oleh istrinya, Najirah untuk maju di Pilkada Kota
Bontang.

Calon Bupati Bangka Tengah

Petahana Bupati Bangka Tengah, Bangka Belitung, Ibnu Saleh
meninggal pada 4 Oktober. Ia digantikan oleh Algafry Rahman sebagai calon
Bupati Bangka Tengah.

Berita Terbaru