Ada 3.000 Pelatihan Kartu Prakerja, Separuhnya Belum laku

NKRIKU, Jakarta – Program Kartu Prakerja saat ini telah menyediakan 3.000 jenis pelatihan. Tapi dari ribuan pelatihan ini, belum semuanya yang laku alias dipilih oleh peserta.

“Yang laku 1.200,” kata Direktur Eksekutif Project Management Officer (PMO) Kartu Prakerja, Denni Purbasari, dalam konferensi pers online di Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.

Berita Populer  Pelaksana Kartu Prakerja Proses 5 Platform Calon Mitra Baru

Dari 1.200 pelatihan yang laku ini, peserta paling banyak mengambil pelatihan Bahasa Inggris. Setelah itu, pelatihan online yang paling diminati adalah pelatihan Wirausaha.

Setelah berjalan tiga bulan, program Kartu Prakerja kini sudah berjalan sebanyak 3 gelombang. Pembukaan gelombang ke-4 ditunda sementara karena ada sejumlah rekomendasi dari lembaga penegak hukum.

Berita Populer  Pertamina Kukuhkan Jajaran Direksi dan Komisaris Subholding, Siapa Saja?

Meski demikian, Denni mengatakan proses kurasi terus dilakukan pada setiap pelatihan. Kurasi tidak hanya dilakukan 8 digital platform penyedia, namun juga oleh PMO. Jika jelek, pelatihan tersebut akan didepak dari Kartu Prakerja.

Meski demikian, Denni mengatakan pelatihan yang belum laku belum tentu buruk. Bahkan, lembaga pelatihan yang sudah laku pun bisa jadi dinilai buruk karena peserta bisa memberi bintang satu sampai lima.

Berita Populer  Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang V Dibuka Sabtu Besok, Simak Ketentuannya

Namun, evaluasi baru akan dilakukan 3 bulan setelah pelaksanaan program. Saat ini, Denni menyebut pihaknya masih fokus pada kurasi lembaga digital platform yang baru yang tertarik untuk bergabung. “Sudah ada 19 yang tertarik,” kata Denni.

Berita Terbaru