Airlangga Hartarto: Investasi Rp 8,2 T Siap Masuk Kepri, Butuh 1.500 Pekerja

NKRIKU, Jakarta – Pemerintah meluncurkan Program Batam, Bintan, dan Karimun atau BBK Murah di Kepulauan Riau, Sabtu, 26 September 2020. Bersamaan dengan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat ada 11 perusahaan yang sedang bernegosiasi final untuk masuk ke kawasan Super Hub ini.

Nilai investasi yang ditargetkan yaitu US$ 550 juta atau sekitar Rp 8,2 triliun (kurs Rp 14.938 per dolar AS). “Tenaga kerja yang akan diserap mencapai sekitar 1.500 orang,” kata Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 26 September 2020.

Berita Populer  BKPM Berharap Investasi 2020 Tidak Sampai Minus 5 Persen

Airlangga belum merinci daftar 11 perusahaan yang akan masuk tersebut, Akan tetapi, perusahaan-perusahaan ini bisa mendapatkan sejumlah insentif yang ada di program BBK Murah.

Mereka bisa mendapat stimulus jika masuk ke lokasi zona perdagangan bebas di Batam, Bintan, dan Karimun ini. Stimulus tersebut yaitu sewa lahan gratis selama 5 tahun pertama.

Berita Populer  Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 10 Dibuka, Hanya Menerima 116.261 Orang

“Mereka hanya perlu menanggung biaya listrik, maintenance, dan biaya operasional lainnya,” kata Airlangga. Selain itu, Airlangga menyebut biaya produksi yang terjangkau, mulai dari biaya listrik, gas, dan pelabuhan yang bersaing.

Berita Populer  Luhut Wajibkan Investor Asing Transfer Teknologi ke Indonesia

Lalu, Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) juga kompetitif. Kemudian, Self Factory Building (SFB) yang tidak kalah bersaing dengan Pulau Jawa.

FAJAR PEBRIANTO

Baca juga: Investor di Batam, Bintan, dan Karimun Digratiskan Sewa Lahan 5 Tahun

Berita Terbaru