Alasan BUMN Ngotot Buat Lembaga Pengelola Investasi

NKRIKU, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengklaim pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) merupakan bagian dari inovasi pemerintah untuk menangkap peluang investasi guna pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Termasuk juga inovasi bisnis merger bank syariah, diharapkan inovasi-inovasi ini bisa menjadi engine untuk pertumbuhan ekonomi ke depan,” tuturnya Kartika Wirjoatmodjo seperti diberitakan Antara.

Adapun menurut Tiko SWF di Indonesia diharapkan beroperasi pada awal 2021.

baca juga:

“Pendirian Sovereign Wealth Fund, yang sudah terdapat dalam Omnibus Law, diharapkan mulai beroperasi pada Januari 2021,” ujar Kartika dalam seminar rangkaian Capital Market Summit & Expo 2020 di Jakarta, Selasa (20/10/2020).

SWF merupakan lembaga untuk mengelola dan menempatkan sejumlah dana atau aset negara.

Sumber dana pokok lembaga itu bisa berasal dari dana APBN, aset BUMN, maupun penerimaan dari sumber daya alam seperti minyak dan gas atau dari sumber-sumber penerimaan lainnya yang sah.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan penyertaan modal untuk SWF mencapai Rp75 triliun yang bersumber dari aset negara, aset BUMN, dan sumber lainnya.

“Dalam PP-nya mengatur mengenai LPI ini dengan untuk penyertaan modalnya di mana kita berharap nilainya bisa akan mencapai Rp75 triliun atau sekitar 5 miliar dolar AS,” katanya.

Sri Mulyani menuturkan melalui ekuitas tersebut maka pemerintah berharap dapat menarik dana investasi mencapai tiga kali lipat yaitu sekitar Rp225 triliun atau 15 miliar dolar AS.

“Saat ini, sedang dibuat PP-nya dan presiden minta PP selesai cepat. Jadi, kita lakukan instruksi presiden satu minggu,” jelasnya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

Berita Terbaru