Alasan Laki-laki jadi Gay, Sebagian besar karena Dikhianati Perempuan dan Otot

Alasan Laki-laki jadi Gay, Sebagian besar karena Otot dan Dikhianati Perempuan
bergabung di nkriku.com

NKRIKU.COM – Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka ini (read:gay)? Ternyata begitu banyak kelompok mereka yang tersebar di masyarakat. Meskipun kelompok ini tidak meresahkan masyarakat dengan bertindak radikal dan ekstremis, akan tetapi aktivitas mereka menuai kecaman dan pelarangan bagi kalangan tertentu. Betapa tidak, aktivitas yang mereka lakukan sangat bertentangan dengan norma agama dimana melarang seseorang untuk menyukai sesama jenis.


Dukung kami dengan ngelike fanspage Add Friend

Gay seringkali diidentikkan dengan laki-laki yang memiliki ketertarikan dengan sesama jenisnya. Beda halnya dengan lesbian, dimana diartikan sebagai perempuan penyuka sesama jenisnya. Kedua penyakit sosial ini dikecam oleh kalangan agamawan karena sudah jelas-jelas dilarang oleh Tuhan.

Aktivitas mereka ini sangat tertutup bahkan hampir tidak diketahui oleh publik jika mereka sedang berbaur di masyarakat. Beda halnya ketika mereka sudah berada dalam ruangan yang berisi gay maka mereka dengan cepat membuka pakaian mereka dan menunjukkan seluruh anggota badannya kepada siapapun yang tertarik.

Kita bisa melihat seperti kasus yang baru-baru ini yang digrebek oleh pihak kepolisian dimana para pelaku sedang bertelanjang bulat tanpa sehelai benang.

Sebenarnya apa alasan mereka untuk menjadi gay?? apakah karena kebugaran?? mitos mengatakan ketika seorang laki-laki yang ingin bugar dan berotot maka mesti diso*do*i terlebih dahulu supaya bisa berotot. Tapi lagi-lagi itu hanya mitos.

Tak ada kesepakatan yang pasti untuk bisa diyakini oleh para peneliti dalam menentukan penyebab seseorang menjadi homoseksual. Peneliti umumnya mempercayai bahwa orientasi seksual dari seseorang itu ditentukan dari kombinasi berbagai macam faktor seperti emosional, biologis, hormonal, budaya dan lingkungan. Maka setiap orang tentu saja dipengaruhi oleh adanya latar belakang yang juga berbeda.

Meskipun masih memerlukan penelitian secara lebih lanjut, homoseksual diduga lebih umum terjadi kepada pria yang mempunyai kakak kandung laki-laki. Meski mereka tak dibesarkan bersama. Data penelitian tersebut telah menunjukkan kemungkinan bahwa homoseksual dapat disebabkan oleh adanya kelebihan hormon androgen ketika janis masih berada dalam tahap pertumbuhan. Sementara adapun penyebab lainnya seperti latar belakang keluarga yang tak harmonis atau pola asuh di masa kecil. Akan tetapi itu masih belum terbukti 100 persen.

Sementara terdapat penelitian terbaru di Universitas Northwestern menemukan bahwa memang terdapat faktor genetis yang berperan dalam homoseksualitas. Meskipun tak signifikan. Faktor lainnya seperti aspek sosial dan pengaruh lingkungan justru lebih berperan penting.

Di sisi lain, terdapat asumsi bahwa homoseksual termasuk perilaku menyimpang. AKan tetapi faktanya, The American Psychiatric Association (APA) dan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa homoseksualitas tak termasuk daftar penyakit psikologis. Begitu pun dengan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa Edisi II (PPDGJ II) yang sudah diterbitkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 1983 yang menyebutkan bahwa orientasi seksual bukanlah suatu penyakit atau gangguan.

bergabung di nkriku.com bergabung di nkriku.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here