Ali Ngabalin Tak Turut Dibawa Ke KPK Saat OTT Edhy Prabowo, Ini Penjelasan Novel Baswedan

Masyarakat merasa heran dengan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak membawa Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, saat lakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Padahal Ali Ngabalin berada di lokasi penangkapan dan termasuk anggota rombongan Edhy Prabowo pergi ke Amerika Serikat.

Menanggapi keheranan masyarakat, penyidik senior KPK, Novel Baswedan, akhirnya membeberkan alasannya tidak turut membawa Ali Ngabalin untuk diperiksa.

Berita Populer  2.300 Goweser Semarakkan bjb Cycling DigiCash V-Ride Series 3

“Memang setiap proses upaya penangkapan atau tertangkap tangan, yang akan dilakukan untuk diamankan untuk diperiksa atau dilakukan penangkapan dalam hal tertangkap tangan itu adalah orang yang diduga sebagai pelaku, dengan syarat-syarat tertentu,” ujar Novel Baswedan saat berbincang dengan wartawan senior, Karni Ilyas pada Minggu malam (29/11).

Berita Populer  Tingkat Infeksi Rendah, Jepang Cabut Keadaan Darurat Di Tiga Prefektur

Selain itu, sambung Novel, pihak yang turut dibawa saat penangkapan merupakan orang yang diperlukan keterangannya sebagai saksi untuk menjelaskan peristiwa dugaan korupsi.

“Selain itu, tentu tidak (ikut dibawa), siapapun dia. Bukan karena beliau adalah pejabat atau apapun, bukan, tapi karena kepentingannya diperlukan apa tidak,” kata Novel dalam video di akun YouTube Karni Ilyas Club, yang dikutip Kantor Berita Politik RMOL Senin (30/11).

Berita Populer  DPRD Jatim Desak Kementan Tunda Pembelian Pupuk Dengan Kartu Tani

Terkait peran Ali Ngabalin, Karni pun merasa heran karena Ali memisahkan diri pada saat petugas KPK menangkap Edhy Prabowo

Namun, Novel tidak mau memberi tanggapan dan menyerahkan untuk bertanya kepada Humas KPK.

“Saya kira itu nanti Humas KPK yang bicara, saya tak bisa wakili itu Pak Karni,” pungkasnya.

Berita Terbaru