Amnesty International Sebut Pedemo Ditembak Mati di Nigeria


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Amnesty International mengatakan ada sebuah bukti laporan yang mengungkap pasukan keamanan di Lagos, Nigeria telah menembak mati demonstran.

Para demonstran berunjuk rasa menentang kebrutalan polisi.

“Sementara kami terus menyelidiki pembunuhan tersebut,” tulis Amnesty di akun Twitter dilansir dari Associated Press, Rabu (21/10).

Amnesty mengingatkan pihak berwenang untuk tidak melakukan tindakan tersebut karena tidak sesuai dengan hukum internasional.

“Pasukan keamanan hanya boleh menggunakan kekuatan mematikan jika tidak dapat dihindari untuk melindungi dari ancaman kematian atau cedera serius yang akan terjadi,” kata pernyataan Amnesty.  

Berita Populer  FOTO: Demom Buntut Penembakan Jacob Blake di Wisconsin

Di sisi lain, komisioner informasi negara bagian Lagos, Gbenga Omotoso, pada Selasa malam (20/10) waktu setempat mengatajan ada laporan penembakan di Lekki Toll Plaza setelah jam malam diberlakukan di Lagos.

“Pemerintah negara bagian telah memerintahkan penyelidikan atas insiden itu,” katanya.

Video yang ditayangkan di Saluran Televisi Nigeria menangkap audio dari peluru tajam yang ditembakkan ke tempat kejadian.

Penembakan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Gubernur negara bagian Lagos Babajide Sanwo-Olu memberi peringatan di Twitter.

Ia menyatakan bahwa protes yang berkembang terhadap kebrutalan polisi di Nigeria telah “merosot menjadi monster yang mengancam kesejahteraan masyarakat”

Berita Populer  Bawa Paspor Palsu, Warga Nigeria Dideportasi dari Bali

Polisi juga telah memperingatkan bahwa pasukan keamanan sekarang akan “menjalankan kekuasaan hukum penuh untuk mencegah upaya lebih lanjut terhadap nyawa dan properti warga.”

Lagos telah menjadi pusat unjuk rasa Nigeria dalam beberapa waktu terakhir. Para demonstran memblokir akses ke bandara dan menghalangi jalan menuju pelabuhan utama negara itu.

Protes dimulai dua pekan lalu setelah beredar video yang menunjukkan seorang pria diduga dipukuli oleh petugas polisi dari Pasukan Khusus Anti-Perampokan, yang dikenal sebagai SARS.

Berita Populer  HMI Ambon Desak Gubernur Maluku Teken Penolakan Omnibus Law

Pengunjuk rasa muda berbaris di kota-kota di seluruh Nigeria, di bawah spanduk #EndSARS. Sebagai tanggapan, pemerintah mengumumkan akan melarang aktivitas pasukan tersebut.

Para pengunjuk rasa belum puas dengan pembubaran unit SARS dan menuntut diakhirinya pelanggaran dan penghormatan terhadap hak asasi manusia di seluruh bagian kepolisian.

Protes telah menghentikan lalu lintas di Lagos, ibu kota Abuja dan banyak kota besar lainnya di Nigeria, negara berpenduduk 196 juta orang. Protes berlanjut hingga ke banyak kota termasuk ibu kota Abuja, tempat pasukan itu dikerahkan.

(ndn/dea)

[Gambas:Video NKRIKU]

Berita Terbaru