Andre Rosiade: DPR RI Pasti Dukung Kementerian BUMN Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Hal itu berangkat dari kebutuhan bahwa dunia tengah menghadapi transformasi sistem energi. Dari energi fosil yang menghasilkan polusi udara menjadi energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Maka dari itu, Kementerian BUMN terus melakukan transformasi di bidang ketahanan energi dengan mengembangkan electric vehicle (EV) battery bagi kendaraan listrik, sinergitas kilang dan pertrokimia, implementasi transisi yang jelas dan terpadu untuk peralihan dari sumber daya fosil dan energi terbarukan sesuai dengan potensi cadangan yang dimiliki dan kebutuhan energi ke depan.

Berita Populer  Jawa Tengah, Papua dan Bali Jadi Perhatian Serius Satgas Penanganan Covid-19

Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade mendukung upaya Erick Thohir menjalankan transformasi energi dan mengembangkan program EBT yang ingin diwujudkan Kementerian BUMN untuk ketahanan energi nasional.

“Kalau bisa BUMN-BUMN kita bisa bersatu keroyokan semuanya untuk membangun industri ini, apalagi sumber daya alamnya, sumber daya alam kita, tentu kami di Komisi VI sangat mendukung langkah-langkah ini,” ujar Andre kepada wartawan, Selasa (27/10).

Berita Populer  Benar, Pertemuan Pimpinan MPR Dengan PBNU Terkait RUU HIP

Andre juga menyambut baik, langkah Erick Thohir untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional, dengan melibatkan berbagai sektor, terutama perusahaan-perusahaan BUMN yang berada dalam klaster energi dan minerba seperti PLN, Pertamina, MIND ID dan Bukit Asam.

“Saya rasa ini baik ya dan kita juga mendengar bahwa berbagai BUMN seperti Pertamina, MIND ID, PLN, serta Bukit Asam dilibatkan, saya rasa itu langkah yang tepat, semuanya terlibat dalam rencana besar ini, bagaimana kita bisa punya kemandirian energi, kita bisa mempunyai industri baterai,” ungkapnya.

Berita Populer  Perppu Corona Jadi Undang-Undang, Sri Mulyani: Alhamdulillah...

Andre menambahkan, cadangan nikel di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, dengan kualitas yang terbaik, sehingga harus dapat dioptimalkan sebaik mungkin.

“Karena memang deposit nikel terbesar dunia ada di kita, lalu kualitas kita nikel luar biasa kenapa bukan perusahaan Indonesia yang mengembangkan, yang membesarkan industri battery ini, kenapa harus dari luar,” sesalnya.

Berita Terbaru