oleh

Antisipasi WNA Ilegal, Kemenkumham Bentuk Tim Pora

Majene, Nkriku– Kantor Imigrasi Kelas II Non TPIP Polman, Kementerian Hukum dan Ham RI Kantor Wilayah Sulbar , menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Kab Majene, dirangkaikan dengan Pembentukan Tim Pora kecamatan Banggae, kecamatan Pamboang kecamatan Sendana kecamatan Malunda Tahun Anggran 2019, bertempat Cafe dan Resto Dapur Mandar kec Pamboang kab Majene prov Sulbar, Rabu 13 Maret.

Rapat Koordinasi dihadiri oleh Ka Devisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Kantor Wilayah Sulbar, Silvester Sila Laba, Simon Sianturi Kasubsi Intel Imigrasi Polman, Arief Febriansyah, Kasi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharuddin Jafar, Wakil Bupati Majene, Kabag Hukum Pemda Majene, OPD Terkait, Danramil dan Koramil Kodim, Camat Banggae, Malunda, Sendana, Pamboang, Kapolsek Pamboang, Banggae, Sendana, Malunda, Kemenag Kab Majene.

Loading...

Ka Devisi Imigrasi Kemenkumhan Kantor Wilayah Sulbar, Silvester Sila Laba, mengatakan Wilayah Sulbar aktifitas orang asing sejak dari tahun 2018.

” WNA beraktifas seperti biasa, dalam kondisi aman dan kondusif namun pengawasan ketat tetap perlu dilakukan,” ucap Sili Laba.

Sili Laba merinci WNA yang beraktifitas, dari berbagai negara, dan ini bukan sebagai hambatan untuk menjalankan rutinitas.

“Jumlah asing di Majene ada 6 orang , 1 orang berasal dari Jerman dan 5 orang dari Negara Amerika, mereka adalah utusan Sosial Budaya , untuk jumlah secara keselurahan WNA diwilayah Sulbar, ada 64 orang, 32 orang diantaranya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PLTU Belang -belang kec Kalukku kab Mamuju Prov Sulbar , jika terjadi pelanggaran mereka akan dapat sanksi berupa dideportasi atau melalui Pengadilan,” terang Sila.

WNA yang memiliki ijin tetap tinggal (KITAP) ada 2 orang, 1 orang berada dikantor keimigrasian Polman, berasal dari Fakistan dan 1 orang lagi berasal dari Filipina berada di kab Mamuju.

“Ijin tinggal mereka berlaku selama 6 bulan sampai 1 tahun. Apabila masa berlaku ijin tinggal mereka selesai , jika mereka ingin melanjutkan harus kembali ke Negaranya dan mengurus surat ijin tinggal lagi”.

Terkait dengan adanya WNA ilegal, Sila Laba mengatakan forum Tim Pora telah kelapangan tidak menemukan adanya TKA Ilegal, Sinergitas dan kaleborasi dengan jajaran terkait dengan Imigrasi, unsur muspida setempat, baik dari Kepolisian, unsur TNI, secara bersama mengantisipasi segala aktifitas orang asing .

“Melanjutkan Tim Pora dibentuk pada tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kecamatan, karena merupakan perintah Undang – undang, sebelumnya pembentukan Tim Pora tingkat kabupaten telah pernah dikukuhkan oleh pihak Kemenkumham, sedangkan untuk tingkat kecamatan baru kali ini dibentuk di Sulbar, selain itu tinjauan kelapangan telah 3 kali dilakukan,” jelasnya lebih rinci kepada media.

Sementara Wakil Bupati Majene Mengatakan, Langkah yang diambil oleh Imigrasi adalah langkah antisipasi karena kita Sementara dalam revolusi industri ke 4 dan akan menuju ke industri ke 5.

“Kita dalam Negeri, harus sedini mungkin mengantisipasi pengawasan orang asing, diharapkan kedepannya Tim Pora dapat bekerja lebih maksimal, melakukan perencanaan serta membangun koordinasi ke Pemerintahan Daerah dan ke Imigrasi itu sendiri,” harap Wakil Bupati Majene.

Senada yang sama Kapolda Sulbar Brigjend pol Drs. Baharuddin Jafar, juga menyampaikan, agar pihak Imigrasi mengajak seluruh stakeholder terkait, secara bersama turun kelapangan meninjau dan mengecek segala aktifitas orang asing, sehingga jika ada yang bertanya atau tidak memahami secara bersama dapat memberikan jawaban yang sama sesuai hasil lapangan.

 

“Ini merupakan upaya memerangi berita hoax terlebih menjelang pemilu,” jelas Kapolda.(uni/wd)

Loading...

Baca Juga: