Babak Baru Djoko Tjandra Suap Jaksa Pinangki dan Urusan Fatwa MA Terbongkar

NKRIKU.COM – Kasus Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra memasuki
babak baru. Pria yang pernah buron 11 tahun itu resmi ditetapkan Kejaksaan
Agung (Kejagung) sebagai tersangka kasus suap ke jaksa Pinangki Sirna Malasari.

 

Kasus baru tersebut menambah panjang deretan sangkaan
terhadap pria yang kerap disapa Joker ini. Djoko Tjandra sebelumnya dijerat
kasus dugaan penggunaan surat jalan dan kasus dugaan suap terkait penghapusan
red notice.

 

Dalam kasus dugaan suap urus Peninjauan Kembali (PK) dan
Fatwa MA yang terbaru ini, Kejagung lebih dulu menetapkan jaksa Pinangki
sebagai tersangka. Setelahnya Kejagung menjerat Djoko Tjandra sebagai
tersangka. Dia diduga memberikan suap ke Pinangki.

 

Djoko Tjandra diduga menyuap Pinangki untuk membantunya
mengurus fatwa MA agar dirinya tidak dieksekusi. Namun meskipun pengurusan
fatwa MA tidak berhasil, Kejagung tetap menggali konspirasi Pinangki dan Djoko
Tjandra itu.

 

Berikut Babak Baru Djoko Tjandra: Tersangka Suap Pinangki
hingga Urus Fatwa MA Terbongkar:

 

Tersangka Suap Jaksa Pinangki

 

Kejagung menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka kasus
dugaa suap ke jaksa Pinangki.

 

“Baru saja selesai gelar perkara maka pada hari ini penyidik
menetapkan lagi 1 orang tersangka dengan inisial JST (Joko Soegiarto
Tjandra),” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Hari Setiyono
di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020).

 

Djoko Tjandra dijerat dengan sangkaan Pasal 5 ayat 1 huruf a
dan Pasal 5 ayat 1 huruf b dan Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi. Pemberian suap diduga berkaitan dengan permohonan Peninjauan
Kembali (PK) dan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA).

 

“Perkembangan di dalam penyidikan yang selama ini
berangkat dari informasi kejadian terkait dengan permohonan PK tapi ternyata
dalam perkembangan penyidikan, khusus terhadap oknum jaksa PSM ada juga
perbuatan yang diduga dalam kaitan mengurus fatwa, oleh karena itulah hasil
perkembangan,” kata Hari.

 

Pinangki Diduga Urus Fatwa MA untuk Djoko Tjandra

 

Pinangki yang merupakan jaksa itu ternyata juga diduga
menerima suap untuk mengurus fatwa ke Mahkamah Agung (MA) berkaitan dengan
terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

 

“Perkembangan di dalam penyidikan yang selama ini
berangkat dari informasi kejadian terkait dengan permohonan PK (Peninjauan
Kembali) tapi ternyata dalam perkembangan penyidikan, khusus terhadap oknum
jaksa PSM ada juga perbuatan yang diduga dalam kaitan mengurus fatwa, oleh
karena itulah hasil perkembangan,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum
Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono di kantornya, Jalan Sultan
Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020).

 

Dalam perkara ini Pinangki sebelumnya menjabat sebagai
Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung
Muda Pembinaan (Jambin). Pinangki awalnya dicopot dari jabatan itu setelah
terbukti melanggar etik beberapa kali bertemu Djoko Tjandra. Belakangan
Kejaksaan Agung (Kejagung) menelusuri dugaan suap yang diterima Pinangki
sehingga ditetapkan sebagai tersangka.

 

Selain itu Kejagung menduga ada aliran suap yang diterima
Pinangki untuk membeli mobil mewah pabrikan Jerman. Hal itu diketahui dari
pemeriksaan saksi pada Rabu, 26 Agustus 2020 saat seorang bernama Yenny
Praptiwi dihadirkan oleh penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda
Tindak Pidana Khusus (Ditdik Jampidsus) Kejagung. Yenny disebut sebagai sales
PT Astra International BMW Sales Operation Branch Cilandak.

 

“Selebihnya untuk mencari bukti tentang aliran dana
yang sempat dibelikan mobil BMW,” ujar Hari sebelumnya.

 

Namun Hari tidak membeberkan lebih lanjut mengenai aliran
uang itu. Di sisi lain, seorang saksi lain yang juga diperiksa yaitu Muhammad
Oki Zuheimi sebagai manager station automation system Garuda Indonesia.

 

“Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari serta
mengumpulkan bukti tentang perjalanan tersangka menggunakan maskapai Garuda ke
luar negeri dan diduga bertemu dengan terpidana Djoko Tjandra,” imbuh
Hari.

 

Djoko Tjandra Minta Fatwa MA agar Tak Dieksekusi

 

Ada dugaan Djoko Tjandra meminta bantuan Pinangki mengurus
fatwa ke Mahkamah Agung (MA).

 

“Penyidik mendapatkan fakta untuk mendapatkan fatwa itu
sehingga kepada para tersangka disangka melakukan perbuatan yang ada
hubungannya dengan pengurusan fatwa, apakah yang diinginkan? Kira-kira bahwa
tersangka JST (Joko Soegiarto Tjandra) ini ini statusnya adalah terpidana,
kira-kira bagaimana caranya mendapatkan fatwa agar tidak dieksekusi oleh
eksekutor yang dalam hal ini jaksa, jadi konspirasinya atau dugaannya adalah
perbuatan agar tidak dieksekusi oleh jaksa, meminta fatwa kepada Mahkamah
Agung,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum
Kejagung) Hari Setiyono di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan,
Kamis (27/8/2020).

loading…

Berita Terbaru