Bank Mandiri: Pendapatan Komisi dari Saluran Digital Capai Rp 2 T

NKRIKU, Jakarta – SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan hingga akhir September 2020, pendapatan berbasis biaya dan komisi atau fee based income (FBI) Bank Mandiri dari e-channel mencapai Rp2 triliun.

Jika secara tahunan nilai pertumbuhannya tergolong stabil, dari sisi volume transaksi, e-channel Bank Mandiri juga masih menunjukkan peningkatan tipis secara YoY. 

Berita Populer  Bank Mandiri Hadirkan Kantor Cabang Modern Edukatif

“Sumber pendapatan fee-based income e-channel berasal dari layanan transaksi ATM, EDC, Mandiri Online, Mandiri Internet Bisnis, Mandiri e-money, dan transaksi e-commerce,” kata dia, seperti dilansir Bisnis, Ahad 25 Oktober 2020.

Meskipun tidak tumbuh melejit, tetapi FBI dari e-channel masuk dalam tiga besar penyumbang FBI untuk Bank Mandiri.

Berita Populer  Mesin Setor Tarik Diproyeksikan Geser ATM di Masyarakat

Menurutnya, pada masa pandemi Covid-19 ini, hampir semua lini segmen pembayaran untuk transaksi offline seperti ATM, EDC, dan E-money mengalami penurunan.

Sejalan dengan kebijakan PSBB di mana masyarakat mulai membatasi kegiatan di luar rumah, hal ini menyebabkan pergeseran perilaku masyarakat dari sebelumnya melakukan transaksi secara langsung di toko fisik, menjadi berbelanja secara online tanpa perlu pergi ke mana-mana.

Berita Populer  Darmawan Junaidi Resmi Jadi Dirut Baru Bank Mandiri

“Jadi, kami tetap berupaya mempertahankan sambil terus memberikan layanan terbaik buat nasabah Bank Mandiri,” katanya.

Baca: Profil Alexandra Askandar yang Ditunjuk Erick Thohir jadi Wadirut Bank Mandiri

Berita Terbaru