Banyak Target Ekonomi Tak Tercapai, Jadi Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

NKRIKU Lembaga Survei Indikator mengungkap persepsi negatif masyarakat terhadap upaya menekan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Hasilnya, 65 persen responden menyatakan kondisi ekonomi saat ini sangat buruk. Menanggapi hasil survei tersebut, Anggota DPR RI Anis Byarwati menyampaikan bahwa publik berhak untuk ‘beropini’ terkait kondisi ekonomi nasional.

Apalagi, dari data-data yang ada, menurut Anis kondisi ekonomi negara kita saat ini memang tidak bisa dikatakan baik-baik saja. 

baca juga:

Menurut politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) itu, ketidakberhasilan Pemerintah mencapai target-target ekonominya menjadi catatan tidak baik terhadap kinerja pemerintah selama ini.

“Ketidakberhasilan yang demikian, menjadi indikator tidak tercapainya janji-janji politik pemerintah selama masa kampanye. Bahkan, Indonesia semakin dekat dengan jebakan negara berpendapatan menengah,” jelas Anis Byarwati melalui keterangan tertulis. Kamis (22/10/2020).

Pada saat yang sama, Anis Byarwati menggarisbawahi kegagalan tersebut menunjukkan Pemerintah tidak mampu memenuhi ekspektasi rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan.

Dirinya juga mengatakan bahwa Fraksi PKS mencatat ketidakberhasilan pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi diantaranya karena struktur ekonomi nasional terus bergantung pada sektor konsumsi. Porsi konsumsi rumah tangga terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada 2019 mencapai 56,62 persen, meningkat dari 55,76 persen pada 2018. 

Hal tersebut menunjukkan ekonomi nasional semakin rapuh karena bergantung pada daya beli. Peranan belanja pemerintah hanya 8,75 persen.

Angka ini sangat rendah untuk mendukung ekspansi pemerintah. Sementara itu, menurut angka realisasi LKPP tahun 2019, realisasi belanja negara mencapai Rp2.309 triliun. Angka tersebut mencapai 14,58 persen dari PDB tahun 2019 sebesar Rp15.833 triliun. 

Editor: Prabawati Sriningrum

Berita Terbaru