Bersaksi, Eks Dirjen KKP: Permen Edhy Prabowo Tidak Pro Rakyat Kecil!

NKRIKU.COM – Mantan Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Zulficar Mochtar bersaksi dalam persidangan lanjutan dugaan suap ekspor benih lobster, dengan terdakwa Suharjito di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (3/3/2021).

Dalam persidangan dia mengungkapkan tidak sejalan dengan Peraturan Menteri (Permen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 12 Tahun 2020 yang dikeluarkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Berita Populer  Berkas Perkara Suap Lobster Rampung, Edhy Prabowo Segera Diadili

“Tidak pro ke masyarakat kecil menurut saya,” kata Zulficar dalam kesaksiannya.

Dia pun mengatakan Permen tersebut juga tidak berjalan sebagaimana mana mestinya, karena ada sejumlah hal teknis yang dilewatkan dalam perizinan perusahaan terkait ekspor benih lobster.

Baca Juga:
KPK Cecar Staf Bank soal Alasan Rekening Stafsus Edhy Prabowo Tak Terblokir

Berita Populer  Edhy Prabowo Sebut KKP Uji Coba Teknik Baru Budidaya Lobster

“Kedua tata kelola tidak sepenuhnya dijalankan,” ujarnya.

Zulficar pun menilai, Permen itu dapat membuka peluang terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan KK.

“Ketiga saya khawatir komitmen antikorupsi integritas ini perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Karena sudah tidak sejalan lagi dan merasa Permen tersebut tidak berpihak kepada masyarakat, Zulfikar memilih mundur dari jabatannya Dirjen Perikanan Tangkap KKP.

Berita Populer  Nelayan Indramayu Minta KKP Perketat Penggunaan Cantrang

“Sehingga saya memundurkan diri karena hati nurani, ”ujarnya.

Baca Juga:
Kasus Suap Ekspor Lobster, KPK Panggil Dua Orang PNS Kementerian KP

Pada persidangan ini, selain Zulficar sejumlah saksi lain turut dihadirkan, di antaranya Lutpi G, Neti Herawati, Nini, Kasman, Yudi Surya Atmaja, Habrin Take, dan Siswadhi Pranoto. Mareka diduga memiliki informasi penting untuk mengusut tuntas perkara ini.

Berita Terbaru