Berstatus Tersangka, Abdul Gani Sirman Masih Bebas Berkeliaran

bergabung di nkriku.com

MAKASSAR, NKRIku.com – Abdul Gani Sirman yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka terkait dua kasus di lingkup pemerintah kota (PEMKOT) kini masih menghirup udara bebas, hal ini membuat para penggiat anti korupsi Sulawesi Selatan akhirnya angkat bicara.


Dukung kami dengan ngelike fanspage Add Friend

“Aneh juga penyidik Polda Sulsel, yang bersangkutan jelas dua kali tersangka dalam kasus dugaan korupsi tapi tak ditahan. lni yang namanya pilih kasih dalam penegakan hukum,” kata Direktur Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulsel, Farid Mamma, Selasa (17/4/2018).

Menurut Farid, Penyidik subdit III tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel resmi menetapkan lima orang tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Untuk kasus dugaan pengadaan dan penanaman pohon ketapang kencana, penyidik menetapkan mantan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Abdul Gani Sirman dan beberapa stafnya yakni Budi Susilo, Buyung Haris dan Abu Bakar Muhajji.

Sedangkan untuk kasus dugaan korupsi pembangunan sanggar kerajinan Iorong-lorong, penyidik kembali menetapkan Abdul Gani Sirman sebagai tersangka dan Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Makassar, M. Enra Efni. Gani dalam kasus ini sendiri diketahui sebagai mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar.

“Sedangkan kasus yang bersamaan yakni kasus dugaan korupsi pengadaan makan-minum dan alat tulis kantor (ATK) di Pemkot Makassar yang menetapkan Kabag Keuangan Pemkot Makssar, Erwin Haiya tersangka justru langsung ditahan. Ini kan bisa jadi perbandingan,” terang adik mantan Wakabareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol (P) Syahrul Mamma.

Dirinya berharap agar masyarakat tidak beranggapan negatif terhadap prilaku penegakan hukum di tingkat Polda Sulsel, khususnya pada penanganan kasus korupsi, maka sebaiknya penyidik Polda Sulsel segera menahan Abdul Gani Sirman yang telah menyandang status tersangka dengan pertimbangan yang telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (Kuhap).

“Gani Sirman kan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus yang sejenis yakni kasus korupsi. Sehingga kemungkinan sangat berpotensi menghilangkan atau mengaburkan alat bukti serta yang lebih fatal bisa kabur menghindari proses hukum yang menjeratnya saat ini,” ucap Farid.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono dikonfirmasi via telepon mengatakan hingga saat ini pihaknya memang belum melekatkan status penahanan kepada Abdul Gani Sirman meski telah berstatus tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

“Belum ditahan, saya juga masih di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini,” singkat Yudhiawan.

Sebelumnya, proyek pengadaan dan penanaman pohon ketapang kencana yang dikerjakan oleh Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar, dimana penyidik mengendus terjadinya dugaan mark-up harga senilai Rp 1,8 miliar dari total pagu anggaran yang digunakan sebesar Rp 6.918.000.000 yang bersumber dari APBD tahun 2016.

Menurut penyidik, dana yang terealisasi dalam proyek tersebut diperkirakan hanya sebesar Rp 5.027.263.000. Sehingga dinilai terdapat sisa anggaran dari proyek Ketapang Kencana sebesar Rp 1.890.727.000 yang dilaksanakan selama 6 bulan yakni dari bulan Juli sampai Desember 2016 dan dikerjakan melalui 4 kali kontrak kerjasama.

Tak hanya proyek ketapang, penyidik juga bersamaan menyelidiki dugaan korupsi pada proyek pembangunan sanggar kerajinan lorong-lorong oleh Dinas Koperasi dan UMKM Makassar yang diketahui menggunakan pagu anggaran tahun 2016 sebesar Rp 1.025.850.000.

Proyek tersebut diduga terjadi penyimpangan berupa adanya dugaan kekurangan volume pengadaan barang, dugaan mark up harga, dan dugaan perbuatan memecah pengadaan barang/jasa menjadi beberapa paket karena belakangan dana yang terealisasi ditemukan hanya senilai Rp 975.232.000.

*Lea

bergabung di nkriku.com bergabung di nkriku.com