by

Biaya Satu Mobil Formula E Gen 2, Lebih Murah dari Rumah Pondok Indah!

Pasang

NKRIKU, Telah berlangsung selama 3 musim, Formula E pada tahun ini masih memakai mobil balap generasi ke 2, mobil tersebut telah dilengkapi dengan Halo sebagai pelindung driver dan memakai pengereman regenaratif demi menghemat konsumsi daya pakai saat bertarung di lintasan pacu.

Berdasarkan regulasi FIA pada akhir tahun 2018 silam, total biaya mobil yang siap balapan setidaknya memakan biaya sebesar 299,600 euro atau sekitar Rp4,6 miliar dengan penambahan halo sebagai pelindung dan beberapa perangkat pelindung lainnya yang memakan biaya sampai dengan 12,700 euro atau sekitar Rp196 juta (kurs15.500).

Sehingga total biaya yang dikeluarkan untuk menjadikan mobil balap listrik siap pakai di lintasan sebesar 312,000 euro atau sekitar Rp4,8 miliar.

baca juga:

Dilansir dari Autosport, harga yang ditetapkan oleh FIA kemarin merupakan awal dari komitmen serius dalam menjaga dan mengatur biaya agar tidak meningkat dalam persaingan pabrikan, dengan total biaya yang menjadi lebih murah ketimbang sebelumnya.

Ini karena tim perlu menggunakan setengah jumlah powertrain, baterai, dan sasis seperti sebelumnya, yang mengimbangi peningkatan biaya pengembangan untuk membuat setiap komponen menangani lebih banyak daya dan bertahan dua kali lebih lama.

Untuk diketahui bersama, pegelaran Formula E di Jakarta E-Prix Circuit akan berlangsung pada bulan depan tepatnya 4 Juni 2022 Vice Managing Director Formula E Jakarta, Gunung Kartiko menyampaikan pembeli tiket dan penonton Formula E di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) Ancol sudah banyak. Dia menyatakan pembelinya berasal dari belasan negara.

” Yang beli tiket ternyata tidak hanya dari masyarakat Indonesia, tapi lebih dari 50 persen adalah Warga Negara Asing (WNA),” kata Gunung saat konferensi pers di Ancol Beach City (ABC) Mal, Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan beberapa waktu hari yang lalu.

Ia merinci para pembeli tiket Formula E saat ini hanya 21 persen tiket yang dibeli oleh Warga Negara Indonesia (WNI). Selebihnya, dibeli oleh warga Jepang 9,4 persen, Australia 9,1 persen, Amerika 6,1 persen, Filipina 6,1 persen, India 6,1 persen, Italia 6,1 persen, Britania Raya 6,1 persen.

Selanjutnya, Malaysia 3,0 persen, Turki 3,0 persen, Tunisia 3,0 persen, Polandia 3,0 persen, Norwegia 3,0 persen, Argentina 3,0 persen.[]