Bioskop China Kembali Dibuka Hari Ini, Kapasitas Penonton hanya 30 Persen

Ilustrasi penonton di bioskop dengan protokol kesehatan. Foto: antara

NKRIKU, Beijing – Bioskop China dibuka kembali setelah enam bulan ditutup, untuk membantu memperlambat penyebaran virus corona. Administrasi Film China mengatakan, bioskop di daerah berisiko rendah dapat beroperasi kembali hari ini.

Karena sebagian besar wilayah sekarang diklasifikasikan sebagai risiko rendah, pada dasarnya diharapkan akan menjadi pembukaan kembali secara nasional. Bioskop-bioskop China terpukul keras oleh penutupan yang dimulai pada Januari lalu, dengan banyak diantaranya yang sudah gulung tikar.

Dilansir BBC, bioskop yang dibuka kembali akan tunduk pada seperangkat aturan yang ketat, termasuk kapasitas penonton setiap pemutaran dibatasi hingga 30%, dan jumlah film yang ditampilkan di venue dibatasi 50% dari jumlah biasanya.

Suhu badan setiap pengunjung akan dicek, dan masker wajib dipakai setiap saat baik oleh penonton maupun staf bioskop. Tiket harus dibeli secara online, dan kelompok pelanggan yang terpisah harus duduk setidaknya berjarak satu meter.

Di bawah aturan pembatasan ini, tidak ada makanan atau minuman yang diizinkan disajikan di bioskop. Tentu ini akan menjadi pukulan baru yang sangat besar, karena makanan dan minuman telah lama menjadi bagian penting dari pendapatan industri.

China, yang merupakan pusat pandemi pertama, adalah pasar film terbesar kedua di dunia, dengan box office negara itu memperoleh hingga $9,2 miliar atau sekitar Rp128 triliun pada 2019. Tetapi angka-angka itu, diperkirakan akan turun tajam akibat penutupan bioskop dan rilis film domestik dan Hollywood dibatalkan atau dipindahkan secara online.

Awal bulan ini, pemilik bioskop terbesar di China, Wanda Film, memperingatkan bahwa mereka akan mengalami kerugian, selama enam bulan pertama tahun ini. Perusahaan itu, yang memiliki lebih dari 600 bioskop di seluruh negeri, mengatakan pihaknya memperkirakan kerugian hingga 1,6 miliar yuan atau sekitar Rp3,3 triliun, dibandingkan dengan laba 524 juta yuan atau sekitar Rp1,1 triliun untuk periode yang sama tahun lalu. (Msh)

Berita Terbaru