BPS Sebut Konsumsi Rumah Tangga 2020 Minus 2,63 Persen, Kenapa?

NKRIKU Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga melorot hingga minus 2,63% sepanjang tahun 2020.

Kemudian pada kuartal IV BPS mencatat konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi sebesar minus 3,61 persen di kuartal IV-2020, dimana mengalami pertumbuhan sekitar 0,44% dari kuartal III sebesar minus 4,05%.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, penurunan konsumsi rumah tangga hampir dialami seluruh penjualan barang konsumsi.

baca juga:

“Penjualan eceran mengalami kontraksi pada seluruh kelompok pengeluaran, antara lain pada penjualan makanan, minuman, dan tembakau, sandang, suku cadang dan aksesoris, bahan bakar kendaraan, peralatan informasi dan telekomunikasi, barang budaya dan rekreasi, serta barang lainnya,” katanya Jumat (5/2/2021).

Ia juga mengatakan penjualan wholesalemobil penumpang dan sepeda motor terkontraksi. Selain itu Jumlah penumpang angkutan rel,laut, dan udara terkontraksi.

“Nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit juga terkontraksi,” tuturnya.

Sementara itu, volume penjualan listrik PLN ke rumah tangga tumbuh melambat. Sedangkan PNBP berupa pendapatan pendidikan tumbuh menguat, sementara PNBP berupa pendapatan kesehatan terkontraksi.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan hanya komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang tercatat tumbuh positif pada 2020, mengingat perekonomian belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19.

“Seluruh komponen tumbuh negatif kecuali konsumsi pemerintah yang bisa tumbuh 1,94 persen (yoy) pada 2020,” katanya.

Berita Terbaru