Bubarkan Aksi Tolak HRS, Ketua FPl Pekanbaru jadi Tersangka Terkait Kebebasan Berpendapat

NKRIKU.COM – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru Husni Thamrin
dan anggotanya M Nur Fajril, ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, mereka
berdua dijemput pada Selasa (24/11) pukul 04.00 WIB dini hari lalu diperiksa
polisi.

 

“Benar, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka
setelah menjalani pemeriksaan,” ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang
Mu’min Wijaya kepada merdeka.com.

 

Nandang menyebutkan, keduanya diperiksa akibat membubarkan
secara paksa saat adanya deklarasi 45 elemen Organisasi Kemasyarakatan yang
menolak kedatangan Rizieq Shihab ke Pekanbaru, pada Senin (23/11) kemarin.

 

“Pembubaran yang mereka lakukan merampas hak-hak warga
negara untuk berpendapat dan berkumpul di muka umum,” tegas Nandang.

 

Nandang menjelaskan, Deklarasi 45 elemen ormas dan tokoh
tersebut sudah mengantongi izin di masa pandemi.

 

“Mulai dari rekomendasi Satgas Covid-19, Surat Tanda
Pemberitahuan (STP) Deklarasi serta memberitahu polisi untuk pengamanan
kegiatan,” ucap Nandang.

 

Menurut Nandang, pembubaran dilakukan FPI melanggar
undang-undang. Sebab, lanjut Nandang, setiap warga negara berhak dan bebas
bersuara dan berpendapat di muka umum.

 

“FPI malah membubarkan deklarasi 45 organisasi
tersebut, lalu dilaporkan ke polisi,” tambahnya.

 

Untuk diketahui, pada Senin (23/11) kemarin, sebanyak 45
Organisasi kemasyarakatan (Ormas), Organisasi kepemudaan (OKP), Organisasi keagamaan
seperti MUI Kota Pekanbaru, PWNU, Pemuda Pancasila, beberapa organigasi lintas
agama dari Kristen, Katolik, Kong Hu Cu serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
se-Riau melakukan aksi demonstrasi di gerbang kantor Gubernur Riau.

 

Mereka menyatakan menolak kehadiran Rizieq Shihab datang di
Bumi Lancang Kuning dan menyatakan dukungan terhadap tindakan tegas prajurit
TNI-Polri terhadap orang atau kelompok radikal yang akan memecahbelah persatuan
dan kesatuan bangsa.

 

Secara tegas mereka juga menolak rencana kedatangan Rizieq
Shihab dan kawan kawan karena yang bersangkutan dinilai akan membawa paham
radikalisme.

 

Di ujung aksi tersebut nyaris terjadi kericuhan saat
beberapa orang dari FPI Kota Pekanbaru diduga membuat gaduh dengan merebut
pengeras suara dan berusaha mengambil alih panggung deklarasi. []

Berita Terbaru