Buntut Kerusuhan Di Lapas Merauke, Himpunan Mahasiswa Marind Tuntut Pertanggungjawaban Kalapas


NKRIKU – Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Merauke beberapa hari lalu, memicu keprihatinan Himpunan Mahasiswa Marind (HMM). Pasalnya, dua korban tewas terkait kerusuhan tersebut berasal dari suku Marind.

Keduanya adalah Sebastian Basik Basik dan Melianus Gebze.

Didampingi Sekretaris Umum HMM, Maria Kaize dan Biro Humas HMM Engelbertus Wadipa Mowen, Ketua Umum HMM, Arnodus Anda, mengutuk keras insiden pembunuhan terhadap dua orang suku Marind di dalam Lapas Kelas IIB Merauke.

Pihaknya meminta pihak kepolisian menangani kasus ini secara serius. Karena, ia menilai ada sejumlah kejanggalan yang tidak biasa.

Di antaranya, berdasarkan bukti-bukti yang ada, terdapat beberapa benda tajam serta benda lain yang dapat digunakan untuk menyerang musuh yang semestinya tidak boleh ada dalam Lapas.

“Bahkan kemungkinan besar ada bensin juga, karena terlihat korban mengalami luka bakar,” ucapnya, dikutip Kantor Berita RMOLPapua.

Arnodus menilai, dalam insiden tersebut pihak Lapas Kelas IIB Merauke menjadi penanggung jawab utama. Sebab insiden itu terjadi dan dilakukan oleh sesama warga binaannya.

“Kami meminta pihak Lapas kelas IIB Merauke bertanggung jawab atas terjadinnya insiden ini. Kita tidak bisa biarkan, Lapas Merauke harus bertanggung jawab, kepada Kepala Lapas Merauke atau Pelaksana Harian Lapas Merauke harus bertanggung jawab, karena saudara kami dibunuh seperti bukan manusia lagi,” tegasnya.

Arnoldus Anda juga menyampaikan rasa berbelasungkawanya kepada keluarga korban, seraya berharap keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan tetap mempercayakan semuanya kepada aparat yang berwenang.[rmol]

Berita Terbaru