Bupati Bogor Minta Polisi Seret Anak Buahnya yang Korupsi Dana Bansos

NKRIKU.COM – Bupati Bogor Ade Yasin meminta kepolisian menindak tegas anak buahnya yang mengorupsi dana bantuan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

“Ini ranahnya kepolisian. Kalau kami, siapa pun itu ketika melanggar hukum, harus diproses,” ujar Ade Yasin di Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (17/2/2021).

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor mengaku miris dengan oknum aparat Desa Cipinang, Rumpin,  yang ingin meraup untung dari program bantuan pemerintah bagi masyarakat miskin.

Berita Populer  Sebut Kebijakan Menhub Repotkan Pemda, Bupati Bogor: Daerah Bisa Jadi Hotspot Baru Penyebaran Corona

“Apalagi ini kaitan dengan bansos, kaitan dengan masyarakat kecil. Harus diproses hukum,” kata Ade Yasin.

Baca Juga:
Kelakuan! Oknum Sekdes Tilap Dana Bansos Corona, Kini Jadi Buronan Polisi

Pasalnya, Polres Bogor, Polda Jawa Barat telah menetapkan dua tersangka yakni ES, dan LH yang menjabat sebagai sekretaris desa, dan kepala seksi pelayanan di Desa Cipinang atas perkara manipulasi 30 data penerima bansos tunai masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

Berita Populer  Gus Umar ke Megawati: Hati Rakyat Sakit Lihat Kader PDIP Korupsi Dana Bansos

Kapolres Bogor AKBP Harun menyebutkan tersangka ES menarik setoran dari LH yang memanipulasi 30 data penerima bansos sehingga meraup uang senilai Rp54 juta atau Rp1,8 juta dari setiap satu akun penerima bansos.

“Pemerintah kan memberikan bantuan setiap bulannya Rp600 ribu, dikalikan tiga jadi Rp1,8 juta per orang,” ujar mantan penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Harun menyebutkan LH melakukan aksinya dengan dibantu 15 orang yang masing-masing dibekali dua akun penerima bansos, untuk melakukan pencairan di Kantor Pos Cicangkal, Rumpin.

Berita Populer  Polda Jabar Kirim Surat Panggilan Kedua untuk Rizieq Shihab

Kemudian, sebanyak 15 orang yang mencairkan dana bantuan dengan kertas barcode berisi Nomor Induk Kependudukan  warga setempat itu masing-masing dibayar oleh LH senilai Rp250 ribu.

Baca Juga:
Waduh! Staf Desa Tilap Dana Bansos Rp 54 Juta, Terancam Denda Rp 500 Juta

“Sementara 15 figuran ini masih berstatus saksi, masih kami dalami. Kalau bukti cukup akan kami tersangkakan,” kata Harun. [Antara]

Berita Terbaru