oleh

Bupati Buka Konferensi Kerja Kabupaten ke-IV PGRI Kepulauan Selayar

SELAYAR, NKRIKU.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali, yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Mustakim KR., M.M.Pd, bertempat di Gedung PGRI, Sabtu, (9/3/2019).

Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) IV PGRI Kepulauan Selayar Tahun 2019 dihadiri langsung oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Wasir Thalib.

Turut hadir pula dalam acara ini Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Wasir Thalib, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan selaku Ketua PGRI Kepulauan Selayar, Plt. Kadis P3AP2KB, Drs. Ahmad Syaifuddin, M.M., perwakilan dari Dandim Selayar dan Polres Selayar, Kompol. Bustan, mantan Asisten Pemerintahan Setda, dan mantan Ketua PGRI Kepulauan Selayar.

Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) IV PGRI Kepulauan Selayar Tahun 2019.

Sebelum membacakan sambutan tertulisnya, Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali, menyampaikan kondisi Kepulauan Selayar saat ini kepada Ketua PGRI SulSel Prof. Dr. H. Wasir Thalib bahwa Kabupaten Kepulauan Selayar saat ini lagi semangat-semangatnya membangun sektor pariwisatanya berangkat dari visi dan misi Kabupaten Kepulauan Selayar “Terwujudnya Masyarakat Maritim yang Sejahtera Berbasisi Nilai Keagamaan dan Kultural” dan Insya Allah Menteri Pariwisata RI akan mengunjungi Kabupaten Kepulauan Selayar sekaligus akan melaunching Nomedic tourisme melihat sejauh mana persyaratan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah dilaksanakan oleh pemerintak Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Selaku Pemerintah sangat menyadari bahwa masyarakat masih banyak berada dibawah garis kemiskinan terkhusus di wilayah kepulauan sehingga belum bisa menyekolahkan anaknya sampai jenjang perguruan tinggi karena keterbatasan biaya. Dalam hal ini, pemerintah bertanggung jawab mencari solusi agar anak-anak yang kurang mampu tersebut dapat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dengan adanya pendidikan gratis dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah berjalan selama pemerintahan kami,” ungkap H. Muh. Basli Ali.

Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali, juga menyampaikan kepada Prof. Wasir bahwa Kepulauan Selayar terpisah dari daratan Sulawesi atau terisolir, sehingga pemerintah dengan segala daya dan upaya meningkatkan sektor transportasinya dengan adanya Bandara Aroeppala Padang, telah berjalannya tol laut nusantara dengan adanya Sabuk Nusantara, kapal feri, dan sarana jalan sudah hotmix dari Pamatata sampai Pattumbukang, bahkan di kepulauan juga sudah mulai terbangun jalan aspal hotmix.

Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali, menyampaikan kepada peserta konferensi kerja PGRI bahwa PGRI sebagai organisasi profesi yang menghimpun guru-guru dan sebagai mitra pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan disektor pendidikan mempunyai peranan penting dan strategis untuk membina dan mengembangkan guru-guru sebagai pendidik bangsa dalam melakanakan tugas-tugas pokok dan fungsinya.

“dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dan implementasi kurikulum 2013 disamping tugas pemerintah untuk memfasilitasi, juga guru yang tergabung dalam PGRI sebagai agen pembelajaran dan ujung tombak terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan memegang peranan strategis untuk mewujudkannya,” lanjut H. Muh. Basli Ali.

Mengakhiri sambutannya, H. Muh. Basli Ali membahas terkait dengan Konferensi Kerja IV PGRI Kabupaten Kepulauan Selayar bahwa dalam menyusun program-program kerja agar dapatengacu pada Visi dan Misi Kabupaten Kepulauan Selayar yang saat ini telah memasuki tahun ke-3 pemerintahan saya dengan Bapak Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H.

Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) IV PGRI Kepulauan Selayar Tahun 2019 tahun 2019 mengangkat Tema “Membangkitkan Kesadaran Kolektif PGRI dalam meningkatkan Mutu Pendidikan”.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar,
Drs. Mustakim, KR., M.M.Pd., menyampaikan bahwa berdasar dari tema tersebut, tujuan dari terlaksanakan kegiatan ini adalah PGRI dengan keprofesionalan sebagai guru yang dimiliki mendidik dan membangun insan peserta didik yang berprestasi sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Kepulauan Selayar. Mengingat tahun 2018 yang lalu hasil Ujian Nasional, baik Ujian Nasional berbasis komputer maupun Ujian Nasional menggunakan pinsil, Kabupaten Kepulauan Selayar menduduki peringkat kedua tingkat Sulawesi Selatan dan diharapkan tahun depan prestasi dari peserta didik dapat meningkat, minimal prestasi yang sama dari tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Drs. Mustakim. KR.,M.M.Pd., mengatakan bahwa PGRI sebagai organisasi profesi merupakan mitra pemerintah sehingga dapat membantu pemerintah dalam hal ini pemerintahan Bupati H. Muh. Basli Ali dan Wakil Bupati Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H., mencerdaskan masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan Indeks Pengembangan Manusia di Kabupaten Kepulauan Selayar melalui sektor pendidikan.

“Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kepulauan Selayar dalam mendorong siswa-siswi untuk terus bersekolah sampai jenjang pendidikan tinggi maka Pemerintah melalui program gratis disektor pendidikan yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini telah menggelontorkan dana lebih dari 2,5 Milyar dengan penerima manfaat lebih dari 7.000 siswa hampir separuh jumlah siswa di Kabupaten Kepulauan Selayar”. Ungkap Mustakim

Ketua PGRI Provinsi Sulawesi sangat mengapresiasi bahwa satu-satunya Kabupaten/Kota memiliki Gedung PGRI, masih memberlakukan pendidikan gratis dan telah menetapkan Peraturan Daerah tentang perlindungan Guru.
Prof. Wasir juga berharap kepada anggota PGRI bahwa Organisasi PGRI merupakan organisasi profesi bukan organisasi politik akan tetapi sebagai pejuang pendidikan yang bertugas membantu pemerintah sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia di sektor pendidikan.

“PGRI merupakan pejuang pendidikan dengan perjuangannya dalam memperhatikan kesejahteraan guru dan dosen sehingga diterbitkannya undang-undang No. 5 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menjadikan guru sebagai Pegawai Negeri Sipil paling istimewa diantara seluruh Pegawai Negeri Sipil diseluruh indonesia,” terang Prof. Wasir.

Sekadar informasi Konferensi Kerja Kabupaten PGRI IV digelar selama 2 hari tanggal 9 s.d. 10 Maret 2019 bertempat di gedung PGRI Kabupaten Kepulauan Selayar. (Y)

Loading...

Baca Juga: