Calon Jemaah Harus Bersertifikat WHO, Kemenag Koordinasi ke Kemenkes

NKRIKU.COM – Kementerian Agama RI sedang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, menyusul pemberian izin ibadah umrah bagi calon jemaah yang sudah divaksin covid-19.

Namun belakangan, syarat vaksin yang disuntikkan harus bersertifikat Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Namun Sinovac, salah satu vaksin yang digunakan dalam pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat Indonesia, diketahui belum memiliki sertifikat dari WHO.

Berita Populer  Kasus Covid-19 Naik 5.854 Orang, Ini 10 Provinsi dengan Penambahan Terbanyak

Karena itu, kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, pihaknya segera berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin.

Baca Juga:
Wamenag Tegaskan Doa Lintas Agama untuk Kegiatan Internal Kemenag

“Harus informasi ke pak menteri kesehatan ya. Iya (koordinasi),” kata Zainut di kompleks DPR, Jumat (9/4/2021).

Untuk diketahui, otoritas Arab Saudi mengizinkan ibadah umrah, namun dengan catatan hanya untuk jemaah yang sudah divaksin covid-19.

Berita Populer  Terkait Corona, Kemenag Kaji Opsi Kurangi UKT di Kampus Islam

Belakangan, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mempertegas izin tersebut berlaku bagi jemaah yang memang sudah disuntik vaksin dengan sertifikasi WHO.

Sementara diketahui vaksin Covid-19 Sinovac yang kebanyakan disuntikkan kepada masyarakat Indonesia, dikatakan Yaqut belum disertifikasi WHO.

“Sinovac, sebenarnya bukan tidak disetujui pak, tidak begitu. Jadi persyaratan yang diberikan pemerintah Saudi untuk bisa terima jemaah umrah, saya enggak bicara haji saja ya,” kata Yaqut dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Kamis (8/4/2021).

Berita Populer  29 Desember: Positif Corona Tembus 727.122 Orang, Jakarta Paling Banyak

Baca Juga:
Sinovac Tak Bersertifikat WHO, Jemaah Indonesia Terancam Gagal Umrah?

“Kalau umrah itu syaratnya adalah sudah divaksin, kan sudah mulai dibuka mulai Ramadan besok boleh umrah tapi yang sudah divaksin. Vaksinnya itu harus certificated WHO. Jadi sudah disertifikasi WHO, sementara Sinovac belum,” ujarnya.

Berita Terbaru