Cegah Radikalisme dan Terorisme, FKUB Sulteng Komitmen Bantu TNI

NKRIKU, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen membantu TNI dalam pencegahan meluasnya faham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di Sulteng. 

Ketua FKUB Sulteng, Prof Dr KH Zainal Abidin menyatakan, salah satu strategi pencegahan yang dibangun oleh FKUB Sulteng yakni memaksimalkan penguatan edukasi moderasi beragama kepada umat beragama.

baca juga:

Zainal mengaku telah membahas upaya pencegahan faham intoleransi, radikalisme, dan terorisme bersama Danrem 132 Tadulako Brigadir Jenderal Farid Makruf, saat Barigjen Farik Makruf bersilaturahmi dengan dirinya di kediamannya, di Palu, Senin malam (26/10).

Moderasi beragama, kata Zainal, semua agama mengajarkan perdamaian dan toleransi. Maka perlu diawali dengan peningkatan kapasitas dan sumber daya manusia dalam memahami secara spesifik agama-agama yang ada.

“Dari pemahaman moderasi beragama itu kemudian diharapkan bisa tumbuh  sikap toleransi yang menghargai dan menjunjung tinggi keyakinan umat beragama lainnya,” kata Zainal di Palu Senin (26/10/2020).

Dengan peningkatan kapasitas dan SDM, Guru Besar Pemikiran Islam Modern IAIN Palu itu mengemukakan, maka umat beragama akan memiliki cara pandang keagamaan yang luas dalam kehidupan sosial keagamaan.

“Dengan pemahaman yang luas, kita harapkan tidak ada lagi umat beragama yang saling menyalahkan, saling mengkafirkan, saling menghina dan menjelekkan,” sebutnya.

Penanaman moderasi beragama, kata dia, hal dilakukan secara maksimal melibatkan para penceramah, akademisi, yang menyampaikan hal itu tidak hanya secara offline. Tetapi juga perlu secara online.

“Kita tahu bersama bahwa pengaruh penyebaran faham intoleransi, radikalisme dan terorisme sangat gencar lewat media sosial. Maka dalam rangka mencegah faham-faham tersebut, perlu penanaman moderasi beragama dilakukan juga lewat media sosial,” katanya.

Hal itu agar umat beragama utamanya generasi muda, tidak mudah terpengaruh dengan faham-faham intoleran, radikalisme dan terorisme lewat media sosial. []

Berita Terbaru