Cerita Bidan Dampingi Bocah Tunarungu Kelas 5 SLB Hamil 5 Bulan akibat Diperkosa: Saya Kasihan

NKRIKU – Seorang bidan bernama Wahyu Vera Apriliani mengungkapkan kisahnya saat mendampingi bocah kelas 5 SLB yang hamil akibat diperkosa.

Kini, Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Blora, Jawa Tengah, masih mendalami kasus remaja yang sudah hamil 5,5 bulan itu.

Pihak keluarga korban didampingi pemerintah desa setempat sudah berupaya melaporkan kasus yang menimpa bocah perempuan penyandang tunarungu wicara serta tunagrahita tersebut, pada Rabu (21/10/2020) lalu.

Berita Populer  BREAKING NEWS: Pelaku Pembunuhan Anak Sekaligus Pemerkosa Ibu Sang Bocah di Aceh Timur Diringkus

Baca juga: Fakta Driver Taksi Online Dikeroyok Mantan Suami Penumpang, gara-gara Cemburu Lihat Berdua Semobil

“Kami masih periksa bukti dan sejumlah saksi. Untuk sementara baru keluarga yang kami mintai keterangan,” kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Kamis (22/10/2020).

Berita Populer  Lama Tak Berhubungan Badan karena Istri Sakit, Kakek 72 Tahun Cabuli Tetangga, Gadis 14 Tahun

Menurut Setiyanto, untuk mengungkap siapa pelaku yang tega menghamili korban, kepolisian menggandeng tenaga pendidik di SLB tempat korban menuntut ilmu.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengorek keterangan dari korban melalui pendekatan persuasif.

“Namun kami masih kesulitan berkomunikasi. Mohon maaf korban cacat tuli, bisu dan sedikit keterbelakangan mental,” ungkap Setiyanto. 

Berita Populer  Mahasiswi Ini Diperkosa 7 Pria setelah Pulang dari Tempat Hiburan Malam dalam Keadaan Mabuk

Cerita bidan 

Sementara itu, dihubungi terpisah, salah seorang bidan di kampung halaman korban, Wahyu Vera Apriliani mengatakan, pada 15 Oktober 2020 ia menerima laporan dari warga yang mencurigai dengan perubahan fisik korban.

Vera pun diminta untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

Berita Terbaru