Colong Barbuk Emas 1,9 Kg, Integritas KPK Ternodai Ulah Pegawai Sendiri

NKRIKU.COM – Seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGA dipecat karena terbukti mencuri barang sitaan milik koruptor berupa emas batangan mencapai 1.900 gram. Pemecatan itu dilakukan lantaran perbuatan IGA telah mencederai integritas KPK. 

Pemberhentian secara tidak terhormat terhadap IGA itu disampaikan Ketua Dewan Pengawa (Dewas) KPK Tumpak Hatorongan saat memimppin sidang etik secara virtual di Gedung KPK Lama C-1, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

Berita Populer  Ketua KPK Firli Bahuri Akan Jalani Sidang Etik Hari Ini

Tumpak mengatakan, jika IGA merupakan anggota Satgas dan ditugaskan Direktorat Penyimpanan Barang Bukti dan Sitaan atau Labuksi KPK.

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorongan mengaku selama kurang lebih dua minggu terakhir melakukan proses sidang etik terhadap pegawai berinisial IGA.

Baca Juga:
Ada Kejanggalan Pengusutan Korupsi Bansos, ICW Minta Dewas KPK Turun Tangan

“Benar, bahwa di dalam dua minggu kami lakukan persidangan terhadap pelanggaran kode etik oleh seorang insan KPK yang kebetulan sebagai anggota satgas yang ditugaskan menyimpan mengelola barbuk yang ada pada direktorat labuksi yang ada di KPK,” kata Tumpak/

Berita Populer  Dewas Minta Pimpinan KPK Usut Dugaan Kebocoran Informasi Penggeledahan Kasus Ditjen Pajak

Tumpak mengatakan, atas perbuatannya itu, IGA pantas dipecat dari KPK. 

“Majelis memutuskan bahwa yang bersangkutan perlu dijatuhi hukuman berat yaitu memberhentikan dengan tidak hormat,” ucap Tumpak.

Dewan Pengawas KPK. (Foto: Istimewa)Dewan Pengawas KPK. (Foto: Istimewa)

Menurut Tumpak, barang bukti emas yang dicuri oleh pegawai berinisial IGA cukup banyak.

Berita Populer  Laporan Gaya Hidup Mewah Ketua KPK Rampung Dibahas Agustus

“Barbuk itu jumlahnya cukup banyak ada empat kalau ditotal semua bentuknya emas batangan jumlahnya 1.900 gram, jadi kurang 100 gram 2 kilo,” ungkap Tumpak.

Baca Juga:
Jokowi Mengenang Artidjo: Indonesia Kehilangan Salah Satu Sosok Terbaik

Tumpak menegaskan perbuatan IGA telah merugikan keuangan negara. Sekaligus juga telah menodai integritas seluruh insan KPK.

Berita Terbaru