Corona, Pendapatan Maskapai Dunia Diproyeksi Anjlok 60 Persen


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Pendapatan maskapai penerbangan diproyeksi bakal anjlok 60 persen akibat pandemi virus corona yang mengancam kelangsungan industri.

Dikutip dari AFP, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengungkap krisis corona akan mencatat sejarah sebagai tahun terburuk.

“Krisis covid-19 mengancam kelangsungan industri transportasi udara. 2020 kemungkinan besar akan tercatat dalam sejarah sebagai tahun terburuk yang pernah ada,” kata IATA, Selasa (24/11).

Berita Populer  VIDEO: 29 Oktober, Kasus Positif Corona Bertambah 3.565

Asosiasi menambahkan bahwa maskapai penerbangan telah memangkas biaya sebesar US$1 miliar per hari. Sebagian besar maskapai menghentikan armada dan mengurangi pekerjaan.

Walau memangkas berbagai biaya, maskapai tetap mengalami kerugian besar yang diklaim belum pernah terjadi sebelumnya. IATA memperkirakan pendapatan tahun ini turun sekitar US$328 miliar dari 290 maskapai penerbangan.

Berita Populer  Rekor, Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 3.560 Jadi 111.060 Orang

Industri kemungkinan akan mencatat kerugian bersih sebesar US$118,5 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar dari perkiraan pada Juni lalu sekitar US$84,3 miliar.

Asosiasi meramal tahun depan situasinya akan membaik, namun masih ada maskapai yang terkena kerugian. Kerugian gabungan diperkirakan mencapai US$38,7 miliar. Jumlah ini juga lebih buruk dari perkiraan sebelumnya sebesar US$15,8 miliar.

Berita Populer  Kasus Positif Corona di Jatim Hampir Sentuh 5.000 Orang

“Krisis ini sangat menghancurkan dan tak tertahankan,” kata Direktur Jenderal IATA Alexandre de Juniac.

Juniac mengungkap pembatasan harus dibuka kembali sehingga penumpang dapat naik pesawat lagi.

“Perusahaan harus terus menarik cadangan mereka setidaknya hingga kuartal keempat 2021,” tambahnya.

[Gambas:Video NKRIKU]

(age/bir)

Berita Terbaru