Daftar Nama 24 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Delapan Orang Menolak Dibina

NKRIKU.COM – 24 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi dari 75 orang yang dinyatakan tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi ASN diberi kesempatan untuk dibina. Mereka pun dipanggil Sekretaris Jenderal bersama Pelaksana Harian Kepala Biro Sumber Daya Alam (SDM) KPK untuk mengikuti program pembinaan.

Namun 8 orang diantara 24 pegawai itu menolak untuk menandatangani surat pernyataan pembinaan oleh pimpinan KPK. Pasalnya dalam program pembinaan itu ada syarat, yakni mengikuti tes TWK kembali dan apabila tiak lulus bersedia untuk tidak diangkat menjadi ASN.

Menurut sumber NKRIKU.COM di internal KPK, delapan orang pegawai tersebut diantaranya; Budi Agung Nugroho, Ita Khoiriyah, Damas Widyatmoko, Nita Adi Pangestuti, Christi Afriani, Abdan Syakuro, Ajinarasena Hermanu, dan Hotman Tambunan.

Berita Populer  Kasus Suap Nurdin Abdullah, KPK Periksa Saksi Swasta Soal Aliran Uang

Staf Humas KPK, Ita Khoiriyah salah seorang pegawai yang menolak pembinaan KPK dibawah kepemimpinan Firli Bahuri tersebut. Ita menceritakan, mulainya ia dan 23 pegawai lainnya dihubungi oleh Plh Karo SDM dan Sekjend KPK melalui email prihal undangan ‘Rapat Tindak Lanjut TWK’ dan via telepon. Namun para pegawai itu tidak hadir.

Baca Juga:
Bikin Seruan Tolak TWK KPK, Koordinator BEM SI Diserang Hacker, WA hingga IG Diretas

“Beberapa orang memutuskan tidak hadir. Alasanya, mereka sudah mengajukan permohonan untuk akses hasil asesmen sebelumnya, tapi hingga hari ini (14/6/2021) belum ada tanggapan pemenuhannya. Update terkini, PPID minta perpanjangan waktu,” kata Ita melalui akun twitternya @tatakhoiriyah, Senin (14/6/2021).

Berita Populer  Pegawai Perempuan Trauma karena Dilecehkan dalam TWK, KPK Sengaja Membiarkan?

Ita menyatakan, bahwa ia bersama rekan-rekannya bukan menolak untuk dibina, namun menolak sistem TWK KPK yang bermasalah.

“Penolakan ini bukan menolak pembinaan. Tapi, menolak #TWKtidakTransparan ditambah adanya beberapa insiden sebagai bentuk penghakiman kebangsaan kepada seluruh pegawai KPK. Assemen 3-4 jam bisa membatalkan kompetensi dengan mereduksi pemaknaan kebangsaan masing-masing pegawai KPK,” ujar Ita.

Namun mereka hadir dalam undangan kedua. Dalam pertemuan itu, Sekjen dan Plh Karo SDM menyampaikan kronologi munculnya 24 nama dan hasil rapat koordinasi tanggal 25 Mei antara pimpinan KPK, BKN, Kemenkumham, Ketua LAN, Menpan RB, KASN, yang memberikan kesempatan kepada 24 pegawai untuk ikut program pembinaan.

Berita Populer  Giliran 3 Mantan Pimpinan KPK Dipanggil Komnas HAM Terkait Polemik Tes Wawasan Kebangsaan

Kegiatan pembinaan itu dijadwalkan pada Juli mendatang. Namun, ada syarat yang harus dijalani oleh 24 pegawai yang ingin ikut pembinaan.

Baca Juga:
Periksa Dinas Psikologi TNI AD soal Kasus TWK, Ini yang Didapat Komnas HAM

“Dengan syarat 24 orang ini menyerahkan pernyataan untuk bersedia mengikuti pembinaan, mengikuti tes kembali dan apabila tidak lulus bersedia untuk tidak diangkat menjadi ASN,” ucapnya.

Berita Terbaru