Daftar Pertanyaan Tes Alih Status Pegawai KPK yang Lecehkan Perempuan

NKRIKU.COM – Tes alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi aparatur sipil negara, terus menuai kecaman karena banyak mengandung kejanggalan.

Termutakhir, tes itu dikecam Gerak Perempuan dan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual.

Sebab, materi-materi pertanyaan yang diajukan kepada perempuan pegawai KPK diduga bermuatan seksisme dan pelecehan.

Berita Populer  Celah Korupsi Ratusan Triliun Dana Corona Masih Menganga

Pertama, dalam tes wawancara, seorang pegawai KPK mendapat pertanyaan mengenai statusnya yang belum menikah.

Baca Juga:
Bambang Widjojanto Ungkap Isi TWK KPK: dari Pacaran, Hasrat hingga Poligami

“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, salah satu pegawai KPK harus menghabiskan waktu 30 menitnya untuk menjawab pertanyaan seperti ini,” demikian dalam pernyataan tertulis Gerak Perempuan dan Kompaks yang diterima NKRIKU.COM, Jumat (7/5/2021).

Berita Populer  Waduh! 21.939 Penyelenggara Negara Belum Laporkan Harta Kekayaan ke KPK

Kedua, terdapat pertanyaan dalam wawancara mengenai hasrat perempuan pegawai KPK: “Masih ada hasrat apa enggak?”

Ketiga, wawancara itu juga memuat pertanyaan perihal kesediaan perempuan pegawai KPK untuk menjadi istri kedua.

Selanjutnya, keempat, terdapat pertanyaan sebagai berikut: “Kalau pacaran ngapain aja?”

“Pertanyaan-pertanyaan ini tidak ada kaitannya dengan tugas, peran, dan tanggung jawab seorang pegawai KPK dan tidak layak ditanyakan dalam sesi wawancara,” kecam Gerak Perempuan dan Kompaks.

Berita Populer  Reaktif Corona, Terdakwa Hendrisman Jalani Swab Test di RS Adhyaksa

Baca Juga:
Teddy Gusnaidi: Ada Kelompok yang Ingin Melindungi Kasus Korupsi Besar

Menurut mereka, pertanyaan-pertanyaan itu bernuansa seksis karena didasari asumsi perempuan sebatas pada fungsi dan peran organ reproduksinya dan sangat menghakimi privasi dari pegawai KPK tersebut.

Berita Terbaru