Daniel Mutaqien-Taufik Hidayat Tumbang, DPP Golkar Harus Sanksi Kader Pembelot

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta, Muhammad Iqbal Syafrudin mengatakan, setidaknya ada dua alasan paslon yang diusung Golkar tersebut menelan kekalahan di Kabupaten Indramayu. Pertama adalah faktor internal yang disinyalir ada pergesekan di dalam partai berlambang pohon beringin Indramayu.

“Saya kira (persoalan) internal Golkar di Kabupaten Indramayu kemarin enggak selesai, sehingga soliditas kader dalam memenangkan Pak Daniel yang sudah resmi diusung DPP sangat lemah. Itu kenapa Golkar bisa kalah meskipun sudah berjaya puluhan tahun,” kata Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/12).

Berita Populer  China Larang Perusahaannya Impor Batubara Australia, Para Pakar Khawatir Adanya Perang Dagang

Konflik internal tersebut, kata dia, membuat kader tidak satu suara dalam memenangkan calon yang diusung secara resmi. Bahkan yang lebih miris, kader diduga banyak yang menyebrang memilih calon dari partai lain.

“Mereka secara institusi merupakan kader Golkar, tetapi dalam pilihan politik mereka tidak hanya membangkang perintah pimpinan partai untuk memenangkan calon yang diusung secara resmi oleh Golkar, tetapi malah menyeberang memilih calon lain,” jelasnya.

Bila masalah loyalitas di partai ini diabaikan, maka akan memperburuk demokrasi, termasuk bagi partai politik lain.

Berita Populer  Jangan Bangun Negara Dan Bangsa Indonesia Di Atas Mitos-Mitos Yang Salah, Rekayasa, Manipulasi, Kebohongan, Dan Pemalsuan Penulisan Sejarah

“Saya kira DPP Golkar perlu memberikan punishment terhadap kader yang melakukan pengkhianatan terhadap arah kebijakan partai. Konflik harus diakhiri, mahkamah partai harus menolak gugatan yang diajukan Saefudin cs terhadap Musda X yang telah digelarnya (di Golkar Indramayu),” sambungnya.

Faktor kedua yang memengaruhi kekalahan Daniel-Taufik Hidayat yakni masih kuatnya politik uang (money politics). Hal ini tidak bisa dipandang sebelah mata, karena praktiknya masif terjadi.

“Konon, politik uang di Kabupaten Indramayu dalam pilkada kemarin sangat masif. Praktik jual-beli suara begitu tampak dan ini sangat berpengaruh terhadap hasil akhir,” tandasnya.

Berita Populer  Peringati Nuzulul Quran, Wapres Maruf Amin Ajak Masyarakat Lebih Bersabar Hadapi Covid-19

Berdasarkan hitung cepat Pilbup Indramayu, pasangan calon nomor 4 Nina Agustina Dai Bachtiar-Lucky Hakim yang diusung PDIP, Gerindra, dan Nasdem unggul dengan 36,8 persen atau 314.111 suara. Sementara Daniel Mutaqien-Taufik Hidayat meraih 28,4 persen atau 242.558 suara pemilih.

Pasangan nomor urut 1 Muhamad Sholihin-Ratnawati yang diusung PKB, PKS, Demokrat, dan Hanura meraih 26,1 persen atau 222.975 suara. Serta pasangan nomor urut 2 Toto Sucartono-Deis Handika dari perseorangan meraih 8,6 persen atau 73.495 suara.

Berita Terbaru