Dear Pemerintah, Begini Langkah Selamatkan Hidup UMKM dari Jeratan Pandemi

NKRIKU Rima Prama Artha selaku Ekonom UNDP untuk Indonesia menyatakan bahwasanya ada beberapa strategi yang harus dilakukan kepada para UMKM agar mampu bertahan di masa pandemi Covid 19 saat ini. 

“Dampak yang diberikan dari Covid 19 faktanya mampu mengguncang hebat tulang punggung ekonomi Indonesia tersebut, nah dalam menanggulangi hal tersebut, kami sudah melakukan berbagai inisiasi rancangan ke dalam dua tahap yaitu di tahap jangka pendek (Short Term) dan jangka panjang (Long Term),” ucapnya pada saat webinar bersama media di Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Dari sisi jangka pendeknya, lanjut Irma, seperempat dari total UMKM di Indonesia menyatakan bisa beradaptasi dengan memodifikasi produk yang dijual. Seperti halnya mereka hanya menjual produk-produk yang lebih dibutuhkan pada saat pandemi saat ini misalnya membuat masker, APD dan yang lain-lain.

baca juga:

Kemudian dari sisi keuangan, tambahnya, UMKM ini lebih banyak yang memilih menekan biaya utilitas seperti mengurangi penggunaan listrik, air, gas dan juga komunikasi.

“Lalu dari segi marketing atau pemasaran, sepertiga UMKM lebih memilih menjual barangnya menggunakan metode online, kemudian dari segi tenaga kerja para umkm ini terpaksa memulangkan pekerjanya atau memangkas gaji mereka agar tetap  bertahan di tengah situasi ketidak pastian seperti ini,” ungkapnya.

Masih mengacu kepada hasil survei, Rima menyatakan bahwasanya kebanyakan para UMKM yang masih bertahan memiliki rencana pemasaran dan promosi serta pemulihan bisnis mereka melalui media sosial.

“Sebab menurut mereka promosi melalui sosial media atau digital menjadi sebuah upaya paling terbaik agar tetap bertahan di tengah guncangan pandemi Covid 19 apalagi saat ini konektivitas atau akses ke sosial media sedang naik-naiknya,” tegas Rima.

Tak hanya itu saja, tambahnya, kalau dilihat dari sisi pendanaan, untuk UMKM skala kecil menengah dan besar mereka masih bertahan dengan bertergantung kepada pihak perbankan. Akan tetapi untuk yang mikro mereka masih banyak yang bergantung kepada sumber pendanaan keluarga.

“Jadi mereka tersupport dengan tabungan sendiri atau tabungan dari anggota keluarga lain,” tuturnya.

Berita Terbaru