oleh

Di Duga Beda Pilihan, Kades Bontobarua Alihkan Rastra ke Pendukungnya

BULUKUMBA, nkriku.com – Rukiah (60) warga Dusun Bonto Puang, Desa Bonto Barua, Kecamatan Bonto Tiro, Bulukumba laporkan kepala desanya Andi Kaharuddin Titi di DPRD Bulukumba, Senin, 4 Maret 2019.

Pelaporan tersebut dilakukan Rukiah, pasca Beras Sejahtera (Rastra) miliknya dan warga lainya yang dialihkan ke orang lain, karena berbeda pilihan sewaktu Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 24 November 2018 yang lalu.

”Tidak dapatma beras, karena bukan Andi Kaharuddin saya pilih waktu Pilkades, nabilangika pergi mako di calon desamu minta,” kata Rukiah menggunakan bahasa konjo didepan anggota DPRD H. Jalaluddin Halim.

Baca juga  Guru di Kecamatan Kajang Bulukumba Hajar Siswanya Hingga Pingsan

Rukiah menceritakan, jika dirinya telah mendapatkan Rastra sejak 2007 lalu, namun terhenti karena berbeda pilihan pada Pilkades.

”Saya diminta untuk tanda tangan karena rencananya setengah beras yang saya terima akan diberikan ke pendukungnya. Jadi saya tidak tandatangani,” tambah Rukiah.‎

Perlakuan Andi Kaharuddin Titi menurut Rukiah tidak hanya pada Rastra namun juga pelayanan yang adminitrasi yang menyulitkan warga yang berbeda pilihan di Pilkades.

”Warga 270 orang yang tidak pilih Pak Kaharuddin, jangankan Rastra, minta tanda tangan seperti surat pengantar untuk urus kependudukan susah di dapatkan, kemudian dia juga minta pada calon kades yang kupilih kemarin,” sesalnya.

Baca juga  Pengurus FPMB Baru Resmi Menjabat, Dewan Pembina Harap Lahirkan Generasi Unggul Untuk Daerah

Beberapa warga yang kecewa, lanjut Rukiah mengaku ingin mutasi kependudukan di desa lain, pasalnya tidak mendapatkan pelayanan dari pemerintah Desa.

Menanggapi laporan tersebut, H Jalaluddin Halim mengaku menyesalkan sikap kades yang berlaku arogan kepada warganya.

Dia mengaku segera memanggil Kades, Camat Bonto Tiro, Penanggung Jawab Rastra untuk mencari solusi.

”Kita akan lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat ini, kita mau cari tahu kebenaran dan solusinya,” kata legislator Partai Golkar itu.

Baca juga  Mediasi Karyawan PT Lonsum tidak Menuai Hasil, Karyawan akan Lakukan Aksi

Senada di ungkapkan H Abu Thalib yang mengaku menyayangkan sikap kades yang baperan.

Pilkades kata Abu Thalib adalah cara untuk mencari pemimpin dan saat selesai pemilihan seharusnya merangkul seluruh warga.

”Ini keterlaluan, seharusnya sebagai pemimpin bisa mengayomi, tidak dengan cara memusuhi warga yang tidak memilihnya,”Saya berharap Kepala Desa jangan pernah sungkan untuk menyampaikan kepada saya apa yang menjadi persoalan di Desa,” ujar Abu Thalib.

Asrang

Loading...

Baca Juga: