oleh

Duh! Selain Swafoto Ternyata Ada Juga Video Asusila Brigpol Dewi

MAKASSAR, NKRIKU.COM – Brigpol Dewi bertugas di Polrestabes Makassar dipecat karena melakukan perselingkuhan. Di saat kasusnya terungkap dia malah chatting-an dengan narapidana di Lampung yang mengaku polisi berpangkat Komisaris Polisi.

Menurut Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kombes Hotman Sirait, menyebut awalnya Dewi melaporkan akun media sosial Facebook miliknya diretas. Namun saat dicek, kenyataannya berbanding terbalik dengan pengakuan Dewi.

Selain mengirim Swafoto setengah tanpa busana ke kekasih gelapnya, juga terungkap Brigadir Polisi (Brigpol) Dewi ternyata juga mengirimkan video tanpa busananya ke narapidana (napi) di Lampung itu, kedua Hal inilah yang mendasari polisi wanita (polwan) di Polrestabes Makassar ini dipecat.

“Ternyata bukan di-hacker, tapi kesadaran Dewi sendiri memberikan kepada pria itu,” kata Hotman saat dimintai konfirmasi awak media, Jumat (4/1/2018).

Pria yang dimaksud Hotman adalah seorang napi di Lampung yang dikenal Dewi di Facebook. Napi itu mengaku sebagai seorang polisi berpangkat kompol, padahal nyatanya pria itu seorang napi kasus pembunuhan dan sedang menjalani hukuman di dalam penjara.

“Apa saja yang dibahas yaitu chatting asusila dan termasuk video asusila berdurasi 11 menit tanpa busana,” kata Hotman mengenai isi dari akun Facebook Dewi tersebut.

Setelah itu, Hotman mengecek sosok di dalam video asusila itu kepada dua orang polwan rekan Dewi. Kedua polwan itu membenarkan sosok di dalam video itu adalah Dewi.

“Dia (Dewi) juga akhirnya mengakui hal itu dengan mengatakan, ‘Betul Pak itu video saya,’” ucap Hotman, yang juga mengaku sebagai ketua dewan etik yang memeriksa Dewi dalam urusan ini.

Persoalan Dewi sebelumnya terungkap setelah swafoto Asusilanya tersebar di media sosial. Polisi menelusurinya hingga diketahui foto itu disebarkan napi pembunuhan di Lampung tersebut. Dewi pun disidang etik hingga akhirnya diberhentikan.

Sedangkan urusan napi yang bisa bermain media sosial itu saat ini sedang dicek Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas). Sebab, menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Ditjen Pas Ade Kusmanto, seorang napi dilarang memiliki, membawa, dan menggunakan alat komunikasi atau elektronik, seperti telepon seluler (ponsel), karena termasuk pelanggaran berat.

(Roel/Mj)

Loading...

Baca Juga: