Ekonomi Jerman Turun 5 Persen pada 2020


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Pertumbuhan ekonomi Jerman tercatat minus 5 persen pada 2020. Kontraksi tersebut merupakan yang paling dalam sejak krisis 2009.

Pada 2009 lalu, pertumbuhan ekonomi Jerman tercatat minus 5,7 persen di tengah krisis keuangan global.

Mengutip AFP, Kamis (14/1), kontraksi laju ekonomi disebabkan oleh pandemi covid-19 yang berdampak kepada hampir seluruh sektor.

Namun, realisasi pertumbuhan ekonomi itu lebih baik ketimbang proyeksi pemerintah yang mengantisipasi kejatuhan lebih dalam yakni 5,5 persen.

Berita Populer  Utang dan Kesenjangan Ekonomi Bakal Picu Konflik di AS

Gelombang pertama pandemi menekan pertumbuhan ekonomi Jerman ke level minus 2,2 persen di kuartal I 2020. Angka ini merupakan captain terburuk sepanjang sejarah capaian ekonomi secara kuartalan Jerman.

Jerman akhirnya memasuki resesi ekonomi setelah kembali mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif 11,7 persen di kuartal II 2020. Namun, ekonomi Jerman berhasil tumbuh 8,5 persen di kuartal III 2020.

Berita Populer  Indonesia Resmi Resesi, Ekonomi Minus 3,49 di Kuartal III 2020

Dari sisi sektoral, manufaktur yang merupakan penyumbang sekitar seperempat ekonomi Jerman mengalami tekanan bersama dengan sektor jasa.

Sementara itu, perdagangan online meningkat karena perdagangan ritel secara fisik berkurang untuk menekan penularan virus corona.

Saat ini, negara berpenduduk 83 juta orang itu dilanda gelombang kedua virus corona. Dampaknya, sejumlah bar, pusat kebugaran, pusat budaya, dan rekreasi kembali ditutup kembali pada November, diikuti oleh toko-toko dari sektor non krusial pada pada Desember.

Berita Populer  Sri Mulyani Ramal Ekonomi Tumbuh 4,6 Persen di Kuartal I

Namun, berbeda dari pembatasan pada gelombang pertama covid-19, Jerman tidak menutup pabrik atau bisnis manufaktur yang berorientasi ekspor. Itu berarti, dampaknya terhadap ekonomi lebih kecil daripada awal 2020 lalu.

“Ekonomi Jerman tidak terlalu terpengaruh oleh pembatasan akibat gelombang kedua covid-19 dibandingkan dengan yang pertama,” kata Kepala Kantor Statistik Jerman (Destastis) Georg Thiel.

[Gambas:Video NKRIKU]

(ulf/sfr)

Berita Terbaru