Ekspor Mobil via Patimban Diramal Capai 1 Juta Unit pada 2025


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menyebut volume ekspor kendaraan dari Pelabuhan Patimban pada 2025 diperkirakan mencapai 1 juta unit per tahun.

Proyeksi tersebut berasal dari hasil kajian yang dilakukan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mengenai potensi ekspor melalui Patimban ke negara-negara seperti Amerika Latin, Amerika Utara sampai Afrika

“Sesuai dengan hasil dari Gaikindo ada potensi tahun 2025 ada 1 juta unit kendaraan ekspor CBU akan menggunakan pelabuhan Patimban,” ucapnya dalam Dialog Publik bertajuk Pelabuhan Patimban dan Geliat Ekonomi Nasional yang digelar virtual, Jumat (27/11).

Berita Populer  Buat Kesepakatan dengan KKP, Pengusaha Lobster Siap Ditindak Jika Langgar Aturan

Menurut Budi, keberadaan Patimban akan membuat biaya logistik, khususnya di Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah semakin murah.

Pasalnya, pembangunan Pelabuhan Patimban juga akan mengurangi trafik eksisting di pelabuhan Tanjung Priok yang mengakomodasi lebih dari 50 persen dari kontainer internasional di Indonesia.

Budi menyampaikan hingga saat ini pihaknya bersama Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian PUPR masih berkoordinasi untuk menyelesaikan hambatan-hambatan akses jalur darat menuju Patimban.

Berita Populer  Kemenhub Pastikan Sriwijaya Air SJ 182 Laik Mengudara

Rencananya akses dari arah Barat akan melalui Tol Dauwan dan Jalur Pantura untuk masuk ke Pelabuhan. “Berapa waktu lalu kami cek dari Dauwan ke Patimban dan mengidentifikasi hambatan samping di jalan-jalan tersebut,” ucap Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Pelabuhan Patimban yang terkoneksi dengan jalan tol akan mengangkat potensi pembangunan 10 kawasan industri prioritas di sepanjang utara koridor Jawa Barat.

Berita Populer  Kemendag Waspadai Dampak Stimulus Ekonomi Terhadap Ekspor

Terutama karena pelabuhan tersebut akan membuat proses distribusi dari kawasan industri di sekitarnya menjadi lebih tinggi dan efisien.

Untuk itu, diharapkan ke depannya Pelabuhan Patimban bisa berkolaborasi dengan Tanjung Priok. Pasalnya, dari sisi aksesibilitas, saat ini waktu tempuh dari kawasan industri Jawa Barat ke Tanjung Priok bisa mencapai 4 sampai 5 jam.

“Dengan adanya Patimban melalui konektivitas jalan tol juga jarak tempuh bisa 1 jam saja, serta biaya transportasi akan lebih murah,” tandas Luhut.

[Gambas:Video NKRIKU]

(hrf/sfr)

Berita Terbaru