Emoh Beli Saham Bukalapak, Lo Kheng Hong: Valuasinya Sangat Mahal

NKRIKU, Jakarta – Investor ritel kawakan Lo Kheng Hong membeberkan sejumlah alasannya tidak tertarik membeli saham IPO Bukalapak. Menurut dia, saham perusahaan teknologi itu tidak masuk dalam kriteria pilihannya.

Berita Populer  LPS: Tahun 2020 Tidak Ada Bank yang Gagal

Pak Lo, begitu ia sering disapa, menjelaskan, Bukalapak selama tiga tahun terakhir masih membukukan kerugian yang besar. Pada tahun 2018 dan 2019 perusahaan itu mencatat kerugian Rp 2,2 triliun dan Rp 2,8 triliun. Sedangkan tahun 2020 lalu, meski angkanya turun, Bukalapak masih merugi Rp 1,3 triliun.

Berita Populer  OJK Temukan 1.945 Iklan Sektor Jasa Keuangan Melanggar Aturan

Oleh karena itu, Lo Kheng Hong memutuskan tidak membeli saham Bukalapak. “Biarlah kalau orang lain mau beli, silakan,” tuturnya.

Ia pun bergeming saat mendengar ada investor yang berencana membeli saham perusahaan e-commerce itu hingga Rp 80 triliun. “Saya dengar ada yang mau masuk US$ 8 miliar atau Rp 80 triliun. Saya gak ngikutin karena gak ikutin kriteria saya.”

Berita Populer  Data Neraca Perdagangan Bakal Pengaruhi KInerja IHSG Hari Ini

Berita Terbaru