ESDM Jelaskan Soal Pencabutan Subsidi Listrik Hemat Belanja Negara Rp 22,12 T

NKRIKU, Jakarta – Pemerintah yakin pencabutan subsidi listrik golongan 450 VA yang menyasar 15,2 juta pelanggan akan menghemat belanja negara sebesar Rp 22,12 triliun.

“Penghematan belanja negara bisa mencapai Rp 22,12 triliun,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Rida Mulyana, dalam Rapat Badan Anggaran DPR di Jakarta, Rabu, 7 April 2021, seperti dilaporkan Antara hari ini. 

Berita Populer  Bank Indonesia Beli Lagi SBN di Pasar Perdana pada Tahun Depan?

Pemerintah, kata Rida, sedang merumuskan skema subsidi listrik yang akan diimplementasikan pada tahun 2022 mendatang. Perumusan kebijakan itu mengacu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan asumsi makro ekonomi tahun depan.

Berita Populer  Listrik Industri Tumbuh 4,3 Persen, Sri Mulyani: Pertama Sejak Juli 2020

Asumsi makro ekonomi pada tahun 2022 yang dimaksud adalah pertumbuhan ekonomi 5,7 persen, inflasi 3 persen, nilai tukar rupiah Rp 14.450 per dolar AS, dan pergerakan harga minyak mentah (ICP) sebesar US$ 50 per barel.

Berita Populer  Pemerintah Perpanjang Subsidi Bunga KUR 2021

Jika tidak ada reformasi skema subsidi listrik, menurut Rida, maka negara akan menghabiskan uang Rp 61,09 triliun. “Kalau sekiranya pemilahan ini bisa dijalankan, maka proyeksi subsidi listrik yang tadinya Rp 61,09 triliun bisa berkurang menjadi Rp 39 triliun,” ujarnya.

Berita Terbaru